KESATU.CO – Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial & Hukum, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) , Dr. Muhamad Ridwan Effendi, M.Ud., sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta.
Kegiatan edukatif yang berlangsung pada tanggal 14-15 Mei 2026 di Aula SDN Sukamanah ini dihadiri oleh 25 peserta yang merupakan perwakilan guru dari tingkat SD, SMP, hingga SMK/MA. Mengusung tema utama “Pendidikan inklusif bagi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mendukung Pembelajaran Ramah Difabel” , program ini diselenggarakan dengan menggandeng dua mitra strategis lokal, yaitu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Bojong dan Yayasan Disabilitas Bojong Bergerak.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan singkat, melainkan bagian dari implementasi peta jalan riset dan pengabdian komprehensif berdurasi dua tahun yang berfokus pada pembentukan model pendidikan inklusif serta pengembangan modul dukungan sistematis bagi siswa penyandang disabilitas beserta keluarga mereka di wilayah Purwakarta.
Ketua PGRI Kecamatan Bojong, Wawan Hermawan, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif yang dibawa oleh tim UNJ. Dalam sambutannya, ia menyatakan: “Kami dari pengurus PGRI Kecamatan Bojong sangat mengapresiasi dan menyambut baik program pengabdian yang diinisiasi oleh UNJ ini.
Kehadiran pelatihan ini memberikan pencerahan sekaligus keterampilan pedagogik yang sangat dibutuhkan oleh para pendidik di Bojong, khususnya bagi guru agama, untuk lebih siap dan adaptif dalam melayani siswa difabel di kelas. Pembelajaran yang ramah dan inklusif adalah hak setiap anak. Sinergi ini menjadi langkah nyata bagi sekolah-sekolah kami untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang tidak diskriminatif.”
Sebagai Ketua Pelaksana Pengabdian , Dr. Muhamad Ridwan Effendi, M.Ud., menegaskan pentingnya peran strategis guru dalam merancang pengalaman belajar yang berpusat pada siswa dengan berbagai latar belakang kemampuan.
“Fokus utama dari kegiatan ini adalah membekali para Guru Pendidikan Agama Islam dengan paradigma, metode, dan modul pembelajaran yang benar-benar ramah difabel. Guru agama memiliki peran sentral dalam menanamkan nilai-nilai kesetaraan dan empati di lingkungan sekolah,” ungkapnya.
“Melalui komitmen dan sinergi yang kuat dengan PGRI Kecamatan Bojong dan Yayasan Disabilitas Bojong Bergerak, kami optimis dapat menciptakan sebuah model pendidikan inklusif yang kuat di Purwakarta, sehingga anak-anak dengan disabilitas mendapatkan hak belajar yang setara, optimal, dan membahagiakan,” sambungnya.
Acara yang berlangsung selama dua hari ini diisi dengan diskusi interaktif, bedah studi kasus penanganan siswa difabel, serta penyusunan draf modul adaptif. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antarpeserta untuk terus mengawal dan mempraktikkan pendidikan inklusif di masing-masing satuan pendidikan. ***
