KESATU.CO — Upaya memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat terus mendapat perhatian berbagai kalangan. Hal itu mengemuka dalam pertemuan yang berlangsung pada 2 Juni 2026 dengan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, H. Muhammad Jusuf Kalla, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI).
Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan hubungan batiniah antar-elemen umat Islam dalam rangka membangun peran strategis masjid di tengah dinamika perkembangan masyarakat modern.
Dalam kesempatan itu, dibahas berbagai gagasan mengenai pentingnya mengoptimalkan fungsi masjid sebagai episentrum kegiatan umat. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid juga didorong menjadi pusat pengembangan ekonomi, pendidikan, dan pembinaan sumber daya manusia.
Jusuf Kalla menilai masjid memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak kemajuan masyarakat. Dengan jumlah masjid yang tersebar di berbagai daerah Indonesia, keberadaannya dapat dimanfaatkan sebagai ruang pemberdayaan yang mampu menjawab berbagai tantangan sosial dan ekonomi, Selasa (02/06/2026).
“Penguatan fungsi masjid dinilai semakin relevan di tengah kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan yang berkualitas, peningkatan literasi, serta penguatan ekonomi berbasis komunitas. Melalui program-program yang terstruktur, masjid dapat menjadi wadah lahirnya generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang baik, tetapi juga kapasitas intelektual dan keterampilan yang memadai,”ujar Jusuf Kalla.
“Selain itu, masjid juga dipandang memiliki peran penting dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Berbagai aktivitas ekonomi produktif, pelatihan kewirausahaan, hingga pengembangan usaha mikro berbasis komunitas dapat tumbuh dari lingkungan masjid,” terangnya.
Jusuf Kalla pun merasa bangga dan takjub mendapati bahwa Masjid Agung Bandung adalah masjid heritage yang menjadi saksi sejarah besar. Ia berharap bisa hadir dan mendapat undangan untuk beribadah di Masjid historikal tersebut sambil menunjukkan kekagumannya kepada Ketua Nazhir MAB.
Baca Juga: E-Sport Kian Dilirik, Orang Tua Diajak Pahami Mimpi Generasi Z
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi simbol komitmen bersama untuk mempererat sinergi antarlembaga dan tokoh masyarakat dalam memajukan peran masjid di Indonesia. Semangat kolaborasi diyakini menjadi kunci agar masjid mampu menjawab kebutuhan umat yang semakin kompleks di era modern.
Roedy Wiranatakusumah, SH.,MH.,MBA selaku Ketua Nazhir Masjid Agung Bandung yang berkesempatan berdialog dengan Ketua DMI tersebut menjelaskan bahwa di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, masjid diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas ritual, tetapi juga hadir sebagai ruang solusi yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan umat. Dengan dukungan tokoh-tokoh nasional dan berbagai elemen masyarakat, peran masjid sebagai pusat pendidikan intelektual dan penguatan ekonomi diyakini akan semakin besar dalam mendukung pembangunan bangsa.
“Melalui penguatan fungsi tersebut, masjid diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam menciptakan masyarakat yang religius, mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” pungkas Roedy.
