KESATU.CO – Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Pemberdayaan Komunitas Remaja Masjid Berbasis Pendidikan Agama sebagai Upaya Optimalisasi Peran Generasi Muda dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan dan Kepedulian Lingkungan.” Kegiatan yang diselenggarakan di Masjid Baiturrahman Eramas 2000 ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja masjid mengenai pentingnya peran generasi muda dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui penguatan nilai-nilai pendidikan agama Islam dan kepedulian lingkungan.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB dengan rangkaian acara pembukaan, penyampaian materi, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, serta dokumentasi. Sejak awal kegiatan, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang dirancang secara partisipatif sehingga mereka tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
Sesi utama diisi oleh Suci Nurpratiwi, M.Pd. yang menjelaskan bahwa Sustainable Development Goals (SDGs) memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai Islam dan kepedulian lingkungan. “Tujuan pembangunan berkelanjutan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga internasional, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas remaja masjid.” Suci menegaskan bahwa nilai-nilai seperti amanah, keadilan, kepedulian sosial, menjaga kelestarian lingkungan, serta semangat berbagi merupakan ajaran Islam yang selaras dengan upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Narasumber kedua, Dr. Ridholloh, M.Pd.I, menyampaikan kaitan antara peran generasi muda dalam partisipasi untuk pembangunan berkelanjutan, khususnya kepedulian terhadap lingkungan.
“Banyak dalil dalam al-Quran maupun hadits-hadits yang mengajarkan kepada kita sebagai anak muda untuk dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan berperan serta dalam membangun kehidupan bermasyarakat dan bernegara dengan baik”, jelasnya.
Suasana kegiatan semakin interaktif ketika memasuki sesi diskusi. Setiap peserta memperoleh satu dari 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) secara acak, kemudian diminta menyampaikan pandangan mengenai makna, tantangan, serta implementasi tujuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa setiap tujuan SDGs memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai Islam serta dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang dimulai dari lingkungan masjid dan masyarakat sekitar.
Salah seorang peserta, Bayu memperoleh SDG ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi pada era Industri 4.0 dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka peluang besar bagi generasi muda untuk terus berinovasi. Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana menciptakan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. “Sekarang industri sudah memasuki era 4.0 dengan perkembangan teknologi dan AI yang semakin maju. Menurut saya, generasi muda harus mampu memanfaatkan kemajuan tersebut untuk melahirkan inovasi yang membawa manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Berbagai pandangan yang disampaikan peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan konsep SDGs secara teoritis, tetapi juga mendorong peserta untuk mengaitkannya dengan realitas kehidupan serta nilai-nilai keislaman. Diskusi yang berlangsung hangat memperlihatkan antusiasme remaja masjid dalam merumuskan berbagai gagasan yang dapat diterapkan di lingkungan mereka, mulai dari penguatan pendidikan, kegiatan sosial, inovasi berbasis teknologi, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta berharap dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun generasi muda yang berkarakter Islami, berpikir kritis, peduli terhadap persoalan sosial, serta mampu menjadi agen perubahan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus kontribusi nyata perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat melalui pendidikan yang transformatif. ***
