KESATU.CO, PURWAKARTA – Kampung Tajur yang terletak di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang memikat.
Alasan utama para wisatawan berbondong-bondong berkunjung ke kampung ini adalah arsitektur lokalnya yang unik: rumah panggung tradisional yang terbuat dari kayu dan bambu, lengkap dengan atap ijuk yang khas.
Keunikan yang jarang ditemukan di tempat lain inilah yang menjadi magnet utama pariwisata setempat.
Namun, modernisasi mulai mengancam kelestarian arsitektur tradisional tersebut. Menanggapi fenomena ini, Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein mengambil langkah berani demi menyelamatkan identitas budaya Kampung Tajur.
Strategi Om Zein Menjaga Daya Tarik Wisata Tradisional
Saat memberikan pidato dalam acara pelepasan mahasiswa untuk kegiatan Kuliah Pengabdian pada Masyarakat (KPPM) di Kecamatan Bojong, Om Zein memberikan pesan mendalam sekaligus menggelitik kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat kearifan lokal.
“Nah, kalau sekarang rumahnya sudah berubah menjadi tembok, kira-kira masih ada yang mau berkunjung tidak?” ujar Om Zein di hadapan para hadirin.
Pertanyaan retoris tersebut dilemparkan Om Zein untuk mengingatkan bahwa daya tarik utama Kampung Tajur adalah keaslian dan nilai tradisionalnya.
Jika rumah-rumah panggung tersebut berubah menjadi bangunan tembok modern, maka Kampung Tajur akan kehilangan ruhnya sebagai desa wisata, dan wisatawan bisa jadi enggan untuk datang kembali.
Gebrakan Berani: Rumah Tembok Diganti Rumah Panggung
Tidak sekadar memberikan imbauan, Bupati Purwakarta ini langsung membuat gebrakan nyata. Ia menawarkan solusi konkret bagi warga Kampung Tajur yang telanjur mengubah rumah mereka menjadi bangunan tembok modern, namun ingin mengembalikannya ke bentuk asli.
“Sampaikan pada mereka, yang sudah terlanjur rumahnya pakai tembok dan mau dibongkar, saya ganti dengan rumah panggung,” tegas Om Zein disambut riuh tepuk tangan.
Komitmen ini membuktikan bahwa Pemerintah Kabupaten Purwakarta tidak main-main dalam mempertahankan aset pariwisata berbasis budaya. Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan bahwa generasi mendatang dan para pelancong tetap bisa menikmati lanskap eksotis Kampung Tajur yang autentik.
Mengapa Rumah Panggung Kampung Tajur Begitu Istimewa?
Ada beberapa alasan mengapa kelestarian arsitektur di Kampung Tajur sangat krusial bagi pariwisata Purwakarta:
• Desain Unik dan Langka: Kombinasi material kayu, bambu, dan atap ijuk menciptakan estetika visual yang sangat instagramable dan menenangkan.
• Ramah Lingkungan: Arsitektur rumah panggung mencerminkan kearifan lokal dalam menjaga harmoni dengan alam sekitar.
• Identitas Budaya Sunda: Rumah panggung ini adalah simbol hidup dari pelestarian budaya Sunda yang masih terjaga di era modern.
Pernyataan dan gebrakan yang disampaikan oleh Om Zein tersebut langsung mendapatkan respon yang sangat antusias dan positif dari jajaran pemerintahan serta tokoh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.
Mereka menilai kebijakan ini adalah langkah visioner untuk menyelamatkan sektor pariwisata daerah.
Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah, diharapkan kesadaran masyarakat Kampung Tajur untuk mempertahankan rumah panggung kayu dan bambu semakin meningkat.
Melalui sinergi antara program pemerintah, semangat mahasiswa KPPM, dan kepedulian warga, Kampung Tajur di Kecamatan Bojong siap mempertahankan predikatnya sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Jawa Barat.
Bagi Anda yang penasaran dengan keunikan atmosfer pedesaan Sunda yang asli, Kampung Tajur di Purwakarta tetap menjadi rekomendasi utama yang wajib dikunjungi sebelum eksotismenya tersapu zaman.***
