KESATU.CO – Upaya memperkuat ekosistem kemitraan berbasis potensi daerah khususnya untuk pengembangan pendidikan vokasi mendapatkan dorongan penting melalui kegiatan diseminasi hasil penelitian program Berdikari Skema EMAS yang digelar di SMKN 2 Pacet.
Kegiatan ini menjadi ruang temu antara pentahelix yaitu Pemerintah, Akademisi (Sekolah Vokasi IPB dan SMK N 2 Pacet), Mitra Dudi (Okiagaru Indonesia Agricoop), Komunitas (Petani Mitra dan KWT Miori Farm) dan Media Massa. Dalam kegiatan diseminasi ini, memperlihatkan bagaimana inovasi teknologi dapat diterjemahkan menjadi praktik pembelajaran yang berdampak langsung bagi siswa maupun masyarakat.
Dalam sambutannya, Dr. Doni Sahat Tua Manalu, SE., M.Si Selaku Ketua Peneliti Program Berdikari dari Sekolah Vokasi IPB University menekankan bahwa keberadaan riset bukan semata menghasilkan penemuan, tetapi juga memastikan manfaatnya berdampak secara luas. Ia menjelaskan bahwa diseminasi menjadi bagian esensial dari siklus penelitian karena melalui proses inilah inovasi dapat diadopsi oleh lebih banyak pihak.
“Diseminasi adalah upaya menyebarluaskan inovasi, teknologi, dan penemuan baru kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat. Tidak harus penemuan yang bersifat bombastis; temuan sederhana yang memberi dampak nyata tetaplah inovasi yang tepat guna,” ujar Dr. Doni, Senin (08/12/2025).
Produk hasil riset berdikari yang yang diperolah oleh Tim Sekolah Vokasi adalah bioaktifator “Bioampul” yang telah diproses pendaftaran mereknya dan sedang diproses desain industri Melal. Bioaktifator ini menjadi komponen penting dalam pembuatan pupuk organik cair “Ivo Grow”, yang sudah teruji laboratorium dan saat ini telah diuji aplikasi di lapangan dan terbukti memberikan hasil yang dapat memingkatkan pertumbuhan dan peningkatan produktivitas tanamanan. Keberhasilan ini, menurut Dr. Doni, memperlihatkan bahwa inovasi sederhana yang dikerjakan dengan serius dapat memberi kontribusi signifikan bagi sekolah dan masyarakat yang memerlukannya.
Kepala SMKN 2 Pacet, Andi Suhandi, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dengan sekolah Vokasi IPB University melalui Penelitian Berdikari yang menurutnya memberikan pengalaman berharga bagi SMK N 2 Pacet. Ia menilai kegiatan diseminasi bukan hanya memperkenalkan teknologi, tetapi juga menghidupkan kembali semangat pembelajaran berbasis praktik di kalangan siswa.
“Siswa kami memperoleh wawasan, keterampilan, dan kompetensi baru dalam pembuatan pupuk organik. Mereka ikut terlibat dalam proses produksi, pencatatan data, hingga aplikasi lapangan. Dampaknya terasa nyata, baik bagi pembelajaran maupun bagi masyarakat di sekitar sekolah yang juga telah mencoba produk pupuk organik tersebut,” ungkap Andi Suhandi.
Salah satu momen yang paling berkesan bagi pihak sekolah adalah pengalaman praktik pembuatan bioaktifator, pupuk organik cair dan pupuk organik padat. Proses ini bukan hanya mengenalkan teknologi bioaktifator, tetapi juga melatih siswa dalam metode ilmiah dalam pengumpulan data, pengelolaan limbah, pengolahan data. Menurut Andi, pengalaman ini menumbuhkan kebiasaan positif di antara siswa untuk lebih peka terhadap potensi pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai secara ekonomi.
Baca Juga: Pemkot Bandung Dukung Penghentian Sementara Izin Perumahan Demi Mitigasi Bencana
Lebih jauh, Andi menyampaikan harapan agar dukungan terhadap program inovasi di sekolah vokasi terus diperkuat pada tahun-tahun mendatang. Ia menilai bahwa kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah menengah menjadi jembatan efektif dalam meningkatkan kualitas lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga kompeten dalam praktik.
“Kami berharap program seperti ini terus berlanjut. Inovasi dari perguruan tinggi sangat penting bagi perkembangan pendidikan vokasi. Melalui kegiatan bersama, siswa belajar langsung, masyarakat mendapat manfaat, dan sekolah dapat menunjukkan bahwa lulusan SMK mampu menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, SMKN 2 Pacet menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari ekosistem inovasi pendidikan. Diseminasi riset seperti Bioampul, Ivo Grow dan Ivo Pro membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan penguatan kompetensi, sekaligus membuka peluang baru bagi kolaborasi antara Akademisi, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Kegiatan ini didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
