KESATUCO – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mengingatkan bahwa perundungan siber (cyberbullying) menjadi ancaman serius di era digital.
Menurutnya, dampak psikologis yang ditimbulkan bisa berlangsung lama dan bahkan meninggalkan rekam jejak permanen di dunia maya.
“Cyberbullying tidak hanya berdampak pada mental korban, tetapi juga meninggalkan jejak permanen di ruang digital yang sulit dihapus. Karena itu orang tua, guru, dan masyarakat harus aktif mendampingi anak-anak agar terhindar dari bahaya ini,” ujar Bobby.
Baca Juga: Pemkot Sukabumi Prioritaskan Penanganan Rutilahu, Backlog Diprediksi Tembus 58 Ribu Unit
Hal itu disampaikan saat kegiatan sosialisasi penguatan pendidikan karakter melalui media film bertema cyberbullying yang digelar di Sukabumi.
Kegiatan ini menyasar pelajar dan tenaga pendidik sebagai upaya preventif terhadap perundungan digital, tawuran pelajar, dan penyalahgunaan narkoba.
Bobby menambahkan bahwa peran orang tua dan guru menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter anak, terutama dalam menghadapi tekanan sosial dan lingkungan digital yang semakin kompleks.
“Banyak tokoh besar lahir dari pengalaman sebagai korban perundungan. Namun, dengan pendampingan yang tepat, pengalaman itu justru bisa menjadi pendorong prestasi,” tuturnya.
Ia berharap, upaya edukasi yang berkelanjutan dapat membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, resilien, dan siap menghadapi tantangan zaman.
“Kami pun berkomitmen untuk terus mengembangkan program preventif berbasis pendidikan karakter,” pungkasnya.
