KESATUCO – Kota Sukabumi menjadi salah satu daerah yang toleransinya tinggi. Bahkan dalam Indeks Kota Toleran (IKT) yang dikeluarkan SETARA Institute, Sukabumi berada di peringkat ke enam nasional.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, posisi yang diraih saat ini meningkat dibanding sebelumnya. Bahkan peningkatannya mencapai dua level.
“Alhamdulillah kita menerima penghargaan sebagai salah satu ktoa yang paling toleran di Indonesia. Bahkan, IKT kita meningkat menjadi ke enam dari sebelumnya e delapan,” ujarnya.
Baca Juga: Pemkot Bandung dan BPJS Kesehatan Genjot Keaktifan Peserta JKN, Target 80 Persen pada Juli 2025
Bahkan menurutnya, IKT Kota Sukabumi selalu meningkat setiap tahunnya. Bahkan peningkatan tersebut sangat terasa sejak 2017-2023.
“Dari 2020-2023 kita selalu berada di 10 besar nasional. Ini menunjukan konsistensi pemerintah Bersama masyarakat dalam menjaga toleransi di Kota Sukabumi,” ucapnya.
Keberhasilan tersebut, tidak terlepas dari peran perangkat daerah dan sejumlah Lembaga terkait. Terutama Bappeda yang mengkoordinir pengumpulan data IKT KOta Sukabumi.
Baca Juga: BPS Rilis Data Inflasi Kota Bandung Mei 2025, Sejumlah Indikator Tunjukkan Tren Positif
“Selain Bappeda, bekerja sama juga dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), serta Forum Kerukunan Umat Beragama,” ucapnya
Dirinya berharap, prestasi tersebut bisa terus meningkat.
Hal itu tentu saja lewat upaya nyata dengan penguatan peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan penerbitan Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai landasan hukum kerukunan.
“Dalam hal ini pentingnya peran generasi muda dalam menjaga toleransi,” ungkapnya.
Dirinya berharap sekolah-sekolah, komunitas pemuda, dan organisasi kemasyarakatan ikut menyuarakan nilai-nilai kebhinekaan dalam kegiatan mereka.
“Pemkot Sukabumi, akan terus membuka ruang dialog antarumat beragama, untuk memastikan setiap persoalan bisa diselesaikan secara damai tanpa menimbulkan gesekan di masyarakat,” pungkasnya
