KESATU.CO – BANDUNG, Tahun lalu, industri perbankan nasional dirundung kabar kurang sedap. Yakni, tamatnya riwayat beberapa perbankan, yang mayoritas segmen Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Meski demikian, hal itu bukan berarti potensi dan peluang industri perbankan di negeri ini menjadi redup. Sebaliknya, potensi perbankan untuk tetap bersinar dan menjadi elemen krusial perekonomian tetap terbuka lebar.
Buktinya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membocorkan sebuah kabar tentang perkembangan perbankan syariah pada tahun ini.
Kepada media, pada Konferensi Pers Pertemuan Tahjnan Industri Jasa Keuangan 2025, Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, menginformasikan, tahun ini, industri perbankan nasional segera segera disemarakkan oleh kehadiran dua korporasi perbankan syariah hasil konsolidasi.
“Mestinya, apabila acuannya POJK (Peraturan OJK) yang terbit Juli 2023, pada ,2025, ada dua perbankan syariah baru hasil konsolidasi,” tandas Dian Ediana Rae.
Sayangnya, mantan Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Jabar itu belum bersedia mengungkap nama dua perbankan syariah hasil konsolidasi tersebut.
Baca Juga: Bank Mandiri Punya Aset Berlimpah, Nominalnya Fantastis, Simak Penjelasan Sang Bos
Pastinya, tegas Dian Ediana Rae, perbankan bentukan Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi perbankan syariah tersebut sudah sesuai krit dan ketentuan POJK. Nomor 12/2023.
Walau demikian, informasinya, perbankan syariah bentukan konsolidasi itu yakni PT Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah dan PT Bank Victoria Syariah (BVIS).
Menyeruaknya kabar itu setelah PT BTN TBK (Persero) menuntaskan penandatanganan Conditional Sales Purchase Agreement (CSPA) dengan para pemilik saham PT Bank Victoria Syariah pada 15 Januari 2025.
Berdasarkan CSPA, PT BTN Tbk (Persero) setuju untuk menguasai 100 persen saham PT Bank Victoria Syariah, yaitu PT Bank Victoria International Tbk, PT Victoria Investama TBK, serta Balai Harta Peninggalan (BHP) Jakarta. (win/*)
