Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kisah Haru Alfi: Mahasiswi Purwakarta Nyaris Gagal Sidang Akhir, Dibantu Om Zein Usai Datangi Rumahnya

    29 Juni 2026

    Bertemu di Gempungan Nagrak, Bupati Purwakarta Om Zein Beri Bantuan Cepat untuk Anak Sakit

    26 Juni 2026

    Farhan: Baznas Harus Jadi Garda Depan Mengurangi Ketimpangan Sosial di Kota Bandung

    26 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    kesatu.co
    • Home
    • News
    • Edukasiana
    • Ekbis
    • Humaniora
    • Lifestyle
    • Ragam
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Otomotif
    kesatu.co
    Beranda ยป 9 Tahun Manawa Festival, Ajang Mahasiswa BINUS Melahirkan Wirausaha yang Siap Bersaing di Pasar Nasional
    Ekbis

    9 Tahun Manawa Festival, Ajang Mahasiswa BINUS Melahirkan Wirausaha yang Siap Bersaing di Pasar Nasional

    By Redaksi22 Juni 20264 Mins Read

    KESATU.CO — Di tengah meningkatnya minat generasi muda terhadap dunia kewirausahaan, perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Semangat tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Manawa Festival 2026 yang digelar oleh BINUS University.

    Memasuki tahun ke-9 penyelenggaraan, Manawa Festival berkembang menjadi ruang kolaborasi sekaligus laboratorium bisnis yang mempertemukan mahasiswa dengan masyarakat secara langsung.

    Berbeda dari bazar kampus pada umumnya, kegiatan ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menguji kelayakan usaha yang telah mereka bangun melalui proses kurasi dan pendampingan.

    Ketua Panitia Manawa Festival 2026, Alif, mengatakan kegiatan tersebut terbuka untuk umum dan dirancang sebagai sarana bagi mahasiswa mendapatkan masukan langsung dari pasar. Seluruh tenant yang hadir merupakan bisnis mahasiswa yang telah melewati tahapan penilaian kelayakan usaha sebelum diperkenalkan kepada publik.

    “Yang paling kami butuhkan sebenarnya adalah feedback. Dari situ mahasiswa bisa terus mengembangkan dan menyempurnakan produk yang mereka miliki,” ujar Alif, Minggu, 21/06/2026.

    Menurut dia, keberadaan masyarakat sebagai pengunjung memiliki peran penting karena menjadi sumber evaluasi nyata bagi para pelaku usaha muda. Kritik, saran, hingga pengalaman konsumen menjadi bekal berharga untuk memperbaiki kualitas produk maupun strategi bisnis.

    Selama hampir satu dekade berjalan, Manawa Festival telah menjadi salah satu wadah pengembangan kewirausahaan mahasiswa yang konsisten. Acara tersebut tidak hanya mempertemukan mahasiswa dengan calon konsumen, tetapi juga membuka peluang kolaborasi bisnis, perluasan jaringan, dan peningkatan kapasitas usaha.

    Salah satu peserta yang mencuri perhatian dalam penyelenggaraan tahun ini adalah Lamonce Coffee, usaha kopi specialty yang dirintis Evelyn. Berasal dari Kabupaten Karo, Sumatera Utara, usaha tersebut mengangkat kopi lokal sebagai produk unggulan yang memiliki nilai tambah tinggi.

    Lamonce Coffee bukanlah bisnis yang baru lahir. Usaha tersebut telah dirintis sejak 2018 dan mengalami transformasi signifikan melalui proses rebranding pada 2021. Saat ini Lamonce Coffee memasarkan roasted beans dan kopi bubuk dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 100 kilogram per bulan.

    Produk mereka telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia dan digunakan oleh sejumlah resort serta coffee shop di kawasan Danau Toba. Bahkan sebagian produknya telah masuk ke jaringan pelanggan yang lebih luas melalui kemitraan dengan pelaku industri kopi nasional.

    Baca Juga: Wagub Erwan Dorong Pelaku Jasa Konstruksi Semakin Profesional dan Berorientasi Kualitas Pekerjaan

    Evelyn menjelaskan, Lamonce berasal dari bahasa Karo yang memiliki makna “tidak goyah”. Filosofi tersebut menjadi semangat usaha yang dibangunnya untuk memperkenalkan kopi specialty asal Karo kepada pasar yang lebih luas.

    Menurutnya, tantangan terbesar bukan terletak pada proses produksi, melainkan edukasi pasar. Sebagai kopi specialty grade A, kualitas produk sering kali tidak langsung dipahami oleh konsumen yang lebih familiar dengan kopi berbasis campuran atau minuman kekinian.

    “Yang paling sulit adalah menemukan pelanggan yang cocok dan memahami karakter kopi specialty,” ujarnya.

    Di balik aktivitas bisnisnya, Lamonce Coffee juga membawa misi sosial. Evelyn menilai semakin tinggi apresiasi terhadap kopi specialty Karo, semakin besar pula dampak ekonomi yang dapat dirasakan para petani kopi di daerah tersebut.

    Saat pandemi Covid-19, Lamonce bahkan terlibat dalam penyaluran bantuan berupa sembako dan pupuk kepada sekitar 800 hingga 1.000 petani kopi di wilayah Karo sebagai bentuk kepedulian terhadap rantai pasok kopi lokal.

    Kisah Lamonce Coffee menjadi gambaran bagaimana Manawa Festival tidak sekadar menjadi tempat berjualan, tetapi juga ruang tumbuh bagi ide-ide bisnis yang memiliki dampak ekonomi dan sosial.

    Melalui festival yang telah berlangsung selama sembilan tahun ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menguji produk secara langsung, memahami kebutuhan pasar, sekaligus membangun mental kewirausahaan sejak dini.

    Bagi BINUS University, Manawa Festival merupakan bagian dari upaya menciptakan ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan.

    Sementara bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi jembatan antara ruang kelas dan dunia bisnis yang sesungguhnya.

    Ketika banyak lulusan berlomba mencari pekerjaan, ajang seperti Manawa Festival menunjukkan bahwa kampus juga dapat menjadi tempat lahirnya para pencipta lapangan kerja yang siap bersaing di tingkat nasional.

    Alif Binus University Manawa Festival Universitas Binus
    Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Related Posts

    Berbeda dari Mahasiswa Lain, Raphael Pilih Bisnis Pakan Ternak dan Bidik Pasar Nasional

    22 Juni 2026

    Bongkar Mitos Bisnis Kuliner, Riset Sebut Banyak UMKM Terjebak Ekspansi Semu

    19 Juni 2026

    Sukabumi Kejar Musim Tanam, Jaga Status Jawara Produksi Beras Nasional

    18 Juni 2026
    TERPOPULER
    News

    Kisah Haru Alfi: Mahasiswi Purwakarta Nyaris Gagal Sidang Akhir, Dibantu Om Zein Usai Datangi Rumahnya

    By Redaksi29 Juni 2026

    Kisah haru Alfi, mahasiswi Purwakarta yang nyaris gagal sidang akhir karena biaya. Berkat datangi rumah Bupati Om Zein (Saepul Bahri Binzein

    Bertemu di Gempungan Nagrak, Bupati Purwakarta Om Zein Beri Bantuan Cepat untuk Anak Sakit

    26 Juni 2026

    Farhan: Baznas Harus Jadi Garda Depan Mengurangi Ketimpangan Sosial di Kota Bandung

    26 Juni 2026

    Purwakarta Lautan Cahaya: Om Zein bersama Ribuan Warga dalam Pawai Obor Tahun Baru Islam 1448 H

    15 Juni 2026

    KDM Ajak Masyarakat Desa Jaga Lingkungan dan Sumber Daya Alam

    26 Juni 2026
    • Beranda
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Kontak
    © 2026 kesatu.co

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.