KESATU.CO, SUKABUMI – Bupati Sukabumi Asep Japar menegaskan pentingnya pengelolaan anggaran daerah yang efektif, efisien, dan akuntabel agar APBD tidak sekadar menjadi dokumen perencanaan, tetapi benar-benar memberi dampak terhadap pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Hal itu disampaikan Asep Japar saat menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi, Selasa (13/10/2026).
Dalam paripurna tersebut, Bupati menyampaikan pendapat akhir terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 sekaligus persetujuan bersama Raperda APBD Tahun Anggaran 2027.
Bupati juga menyampaikan nota pengantar Raperda tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Sukabumi.
Menurut Asep Japar, proses pembahasan anggaran tidak terlepas dari dukungan dan sinergi antara pemerintah daerah dengan DPRD. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD serta jajaran perangkat daerah yang telah terlibat dalam pembahasan APBD.
Ia menilai sinergi eksekutif dan legislatif menjadi salah satu kunci agar kebijakan pembangunan yang ditetapkan dapat berjalan sesuai kebutuhan daerah dan masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD sangat penting dalam menyusun kebijakan yang berkualitas untuk mendukung pembangunan Kabupaten Sukabumi menuju daerah yang Mubarakah,” ujar Asep Japar.
Ia menjelaskan, penyusunan APBD Kabupaten Sukabumi 2027 juga telah diselaraskan dengan kebijakan fiskal pemerintah pusat. Langkah tersebut dilakukan agar struktur pendapatan, belanja, maupun pembiayaan daerah dapat disusun secara lebih terukur dan realistis.
Bupati menekankan, setelah proses penganggaran selesai, tantangan berikutnya adalah memastikan setiap rupiah dalam APBD benar-benar dikelola secara bertanggung jawab.
“Saya minta pengelolaan anggaran daerah dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, dan akuntabel, sehingga mampu mendukung program pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
