KESATU.CO, PURWAKARTA – Pasar Sasagaran yang berlokasi di Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, resmi genap berusia satu tahun.
Memasuki tahun pertamanya, pasar yang mengusung konsep kebudayaan dan tradisi Sunda ini terbukti mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat setempat sekaligus menjadi destinasi wisata kuliner dan budaya yang diminati.
Puncak peringatan Milangkala ke-1 Pasar Sasagaran digelar meriah pada Minggu (27/9/2026). Perayaan anniversary pertama ini diisi dengan beragam rangkaian kegiatan menarik, mulai dari doa bersama, pertunjukan seni Sunda, karnaval budaya, hingga bazar UMKM lokal yang memamerkan produk-produk unggulan warga.
Acara bergengsi tingkat daerah ini dihadiri langsung oleh Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, Direktur Utama PDAM, jajaran Diskominfo, Dinas Pertanian, Disporaparbud, Dinas Kesehatan, Camat Bungursari, Kapolsek Cibatu, serta jajaran kepala perangkat daerah dan unsur Muspika setempat.
Dikuti oleh Kesatu.co dari halaman PurwakartaUpdate.com, Lonjakan Omzet Fantastis hingga Rp7 Miliar Pasar Sasagaran
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, mengapresiasi pesatnya perkembangan Pasar Sasagaran.
Menurutnya, keberhasilan pasar ini membuktikan potensi ekonomi desa yang sangat besar apabila dikelola secara tepat, kreatif, dan berpatokan pada potensi serta karakter lokal.
Ia mengungkapkan lonjakan pendapatan yang diraih Pasar Sasagaran dalam waktu singkat sangat luar biasa. Dari yang awalnya hanya mencatatkan pendapatan sekitar Rp18 juta, kini dalam kurun waktu satu tahun pengelolaannya mampu menembus angka fantastis hingga sekitar Rp7 miliar.
“Ya, Rp7 miliar dalam satu tahun ini. Kita berharap semua desa di Purwakarta punya tema-tema seperti Pasar Sasagaran, dengan ciri khasnya masing-masing,” ujar Saepul Bahri Binzein saat memberikan sambutan di lokasi acara.
Bupati menegaskan bahwa keberadaan Pasar Sasagaran kini tidak lagi sekadar menjadi tempat transaksi jual beli kebutuhan harian, melainkan telah bertransformasi menjadi salah satu destinasi wisata kuliner unggulan di Kabupaten Purwakarta.
“Ini menjadi salah satu wisata kuliner di Purwakarta. Saya yakin ke depannya akan muncul Pasar Sasagaran lainnya,” tambahnya optimistis.
Kuliner Tradisional Sunda Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu rahasia sukses dan kekuatan utama dari konsep Pasar Sasagaran terletak pada sajian kuliner tradisionalnya.
Makanan dan jajanan yang dijajakan di pasar ini memiliki cita rasa serta keunikan otentik yang jarang ditemukan di tempat makan atau pusat perbelanjaan modern lainnya.
“Karena ada khasnya, makanan-makanan tradisional yang tidak disuguhkan di tempat-tempat lain, dengan ciri khasnya masing-masing,” kata Saepul.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Dangdeur, Tatang Taryana, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perjalanan satu tahun Pasar Sasagaran.
Ia menekankan bahwa pasar ini didirikan bukan hanya untuk menggenjot sektor perekonomian, tetapi juga sebagai wadah melestarikan seni dan kebudayaan Sunda.
“Alhamdulillah, Pasar Sasagaran sudah satu tahun. Ini berkat kerja sama semua pihak. Ke depan kita akan terus berbenah agar lebih tertata, nyaman, dan menjadi ikon desa,” jelas Tatang.
Harapan Pedagang dan Dampak Ekonomi Lokal
Dampak positif kehadiran Pasar Sasagaran dirasakan langsung oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Lilis (45), salah seorang pedagang di Pasar Sasagaran, berharap pasar ini dapat terus berkembang pesat dan mendatangkan lebih banyak pengunjung dari luar daerah.
“Semoga semakin ramai pengunjung yang datang, sehingga penjualan pedagang kecil seperti kami terus meningkat,” harap Lilis.
Momentum Milangkala pertama Pasar Sasagaran ini menjadi pijakan penting bagi Pemerintah Desa Dangdeur beserta masyarakat.
Melalui semangat gotong royong dan pemanfaatan potensi lokal, Pasar Sasagaran membuktikan bahwa pasar tradisional berkonsep budaya mampu bertahan, bersaing, dan membangkitkan ekonomi warga di tengah maraknya pusat perdagangan modern.***
