KESATU.CO, PURWAKARTA – Dedikasi seorang pemimpin kerap diuji dalam situasi tak terduga. Rasa tanggung jawab yang tinggi ditunjukkan oleh Bupati Purwakarta yang akrab disapa Om Zein.
Kendati kondisi fisiknya sedang menurun hingga harus menjalani perawatan medis di rumah sakit dengan selang infus menempel di tangannya, ia tak melupakan tugas pokok untuk melayani dan melindungi warganya yang berada dalam kesulitan.
Sikap sigap ini terungkap melalui sebuah unggahan video di akun media sosial resminya. Dalam rekaman tersebut, sang Bupati tampak terbaring lemas di ranjang rumah sakit.
Meski dengan suara yang agak lemah dan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih, ia tetap berinteraksi aktif melakukan panggilan video (video call) bersama seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Purwakarta bernama Nuraeni.
Tersangkut Kasus Fitnah di Luar Negeri
Sebelumnya, Nuraeni mengalami nasib malang saat mengadu nasib sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Ia menjadi korban tuduhan palsu dari sang majikan yang memfitnahnya melakukan aksi pencurian. Situasi sulit tersebut membuat Nuraeni terancam masalah hukum serius di negeri orang tanpa perlindungan yang memadai.
Dalam kondisi terdesak dan tertekan, Nuraeni memutuskan untuk meminta bantuan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui laporan kepada Om Zein.
Ia berharap ada langkah nyata dari pemerintah daerah untuk membantunya keluar dari jerat tuduhan palsu dan memfasilitasi kepulangannya ke tanah air.
Mendapat aduan dari warganya yang terancam di luar negeri, Pemkab Purwakarta bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Langkah diplomasi dan penanganan teknis segera diambil guna memastikan hak-hak Nuraeni terlindungi dan namanya bersih dari segala fitnah.
Dipastikan Pulang Agustus 2026
Upaya gigih yang dikawal langsung oleh Om Zein akhirnya membuahkan hasil manis. Kasus fitnah yang menjerat Nuraeni berhasil diselesaikan secara tuntas hingga ia dinyatakan bebas dari segala tuduhan dan diperbolehkan kembali ke Indonesia.
Kabar bahagia tersebut disampaikan langsung oleh Om Zein dari ranjang rumah sakit saat terhubung melalui panggilan video dengan Nuraeni. Ia memastikan bahwa seluruh kendala hukum telah teratasi dan jadwal kepulangan sang TKI sudah dipastikan.
“Alhamdulillah Bu Nuraeni, Tenaga Migran Indonesia asal Purwakarta yang bekerja di luar negeri dan dituduh mencuri, kini sudah bisa pulang ke Indonesia. Kepulangannya dijadwalkan pada tanggal 26 Agustus 2026,” ujar Om Zein dengan senyum lega di wajahnya.
Kepastian jadwal pulang ini membawa keharuan mendalam bagi Nuraeni. Rasa cemas dan takut yang menyelimutinya selama berbulan-bulan di negeri orang seketika sirna begitu mendengar kabar resmi tersebut langsung dari pimpinan daerahnya.
Dengan nada suara emosional dan mata berkaca-kaca, Nuraeni menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian jajaran pemerintah daerah yang tidak tinggal diam saat warganya membutuhkan pertolongan.
“Terima kasih atas perhatian, kepedulian, dan bantuannya Pak,” tutur Nuraeni penuh rasa haru.
Bentuk Nyata Pelayanan Publik
Momen interaksi antara pimpinan daerah dan warga di saat-saat kritis ini menuai berbagai tanggapan positif dari masyarakat. Langkah cepat yang diambil Om Zein bahkan saat kondisi fisiknya sedang tidak fit menjadi contoh nyata dari komitmen pelayanan publik tanpa batas.
Warga menilai bahwa empati dan kehadiran seorang pemimpin secara langsung sangat berarti bagi masyarakat kecil yang sedang tertimpa musibah, terutama mereka yang berjuang mencari nafkah di luar negeri.***
