KESATU.CO, SUKABUMI – Palabuhanratu tak hanya menyimpan potensi wisata bahari, tetapi juga kekayaan hasil laut yang dapat dikembangkan menjadi beragam produk kuliner bernilai ekonomi. Salah satunya pempek berbahan dasar ikan tuna produksi Dapurkin Snack yang kini mulai dipasarkan sebagai pilihan kuliner sekaligus buah tangan bagi wisatawan.
Owner Dapurkin Snack, Kinkin, mengatakan pempek tuna tersebut menjadi salah satu bentuk kreativitas dalam mengolah potensi hasil laut yang tersedia di kawasan Palabuhanratu dan Kabupaten Sukabumi.
Menariknya, produk tersebut awalnya tidak dibuat untuk kepentingan bisnis. Pempek tuna pertama kali dikembangkan untuk mengikuti lomba olahan ikan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) 2025.
Di luar dugaan, kreasi tersebut berhasil meraih juara. Prestasi itu kemudian mendorong Kinkin untuk terus mengembangkan pempek tuna hingga menjadi produk UMKM yang dipasarkan kepada masyarakat.
“Awalnya pempek ini dibuat untuk mengikuti lomba olahan ikan dalam rangka HJKS Kabupaten Sukabumi tahun 2025. Alhamdulillah mendapatkan juara, kemudian kami terus mengembangkan produk ini sampai sekarang,” ujar Kinkin.
Berbeda dengan pempek pada umumnya yang identik dengan ikan tenggiri, Dapurkin Snack menggunakan ikan tuna sebagai bahan utama. Pemanfaatan ikan tuna tersebut menjadi nilai pembeda sekaligus memperkuat identitas produk sebagai olahan berbasis hasil laut lokal.
Pempek tuna tersebut dipasarkan dengan harga sekitar Rp15 ribu per porsi. Masyarakat maupun wisatawan dapat menikmatinya secara langsung di depan Telkom, sekitar kawasan Pendopo Palabuhanratu.
Tidak hanya siap santap, Dapurkin Snack juga menyediakan produk dalam bentuk frozen yang dapat dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Produk frozen tersebut di antaranya tersedia di Koperasi PLUT dan Gedung Opak Jampang, Surade, Kabupaten Sukabumi.
Bagi Kinkin, potensi pasar kuliner di Palabuhanratu masih terbuka luas, terutama dengan banyaknya wisatawan yang datang ke kawasan pesisir tersebut. Karena itu, ia berharap pempek tuna yang dikembangkan dapat semakin dikenal dan memiliki jaringan pemasaran yang lebih luas.
“Kami berharap pemasaran pempek ikan tuna ini bisa semakin luas, sehingga bisa meningkatkan daya tarik wisatawan yang datang ke Palabuhanratu dan ke depannya bisa menjadi salah satu oleh-oleh khas Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.
Pempek tuna Dapurkin Snack menjadi salah satu gambaran bagaimana potensi hasil laut Palabuhanratu dapat dikembangkan lebih jauh melalui kreativitas pelaku UMKM. Produk yang awalnya lahir dari sebuah perlombaan kini mulai diarahkan untuk menjangkau pasar wisata.
