KESATU.CO, SUKABUMI – Desa Palasari Hilir, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, terus mendorong potensi ekonomi lokal menjadi kekuatan utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan wilayah sekitar 864 hektare dan jumlah penduduk mencapai kurang lebih 13.000 jiwa atau sekitar 4.000 kepala keluarga (KK), Palasari Hilir memiliki beragam sumber daya yang dinilai dapat dikembangkan menjadi penggerak perekonomian desa.
Kepala Desa Palasari Hilir, Muhctar, mengatakan, sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama kehidupan masyarakat. Pemerintah desa pun terus mendorong pembangunan infrastruktur, khususnya jalan desa, untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi.
Selain pertanian, potensi peternakan ayam petelur juga berkembang di tengah masyarakat. Sektor tersebut dinilai memiliki peluang untuk terus diperkuat karena mampu menciptakan aktivitas ekonomi dan menjadi sumber pendapatan bagi warga.
Tak hanya mengandalkan sektor primer, Pemerintah Desa Palasari Hilir juga melihat UMKM sebagai bagian penting dari pengembangan ekonomi lokal. Salah satunya melalui produk olahan tradisional Rangining Singkong yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan dan dipasarkan lebih luas.
“Kami terus berupaya menggali dan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki Desa Palasari Hilir. Mulai dari sektor pertanian, peternakan ayam petelur, hingga UMKM seperti Rangining Singkong. Potensi tersebut harus menjadi kekuatan ekonomi masyarakat agar mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan,” ujar Muhctar.
Menurutnya, pembangunan desa tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Penguatan ekonomi masyarakat menjadi bagian penting agar berbagai potensi yang dimiliki desa dapat memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan.
Karena itu, Pemerintah Desa Palasari Hilir juga menjalankan sejumlah program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Salah satunya program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) untuk membantu warga mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.
Di sisi lain, keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terus dioptimalkan sebagai salah satu instrumen penggerak ekonomi desa. Pengembangan unit usaha produktif diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat pendapatan desa.
Pemerintah Desa Palasari Hilir juga mendukung pembentukan dan penguatan Koperasi Desa (Kopdes) sebagai wadah pengembangan ekonomi bersama masyarakat.
Kopdes diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan usaha, permodalan, serta mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi di tingkat desa.
“Pembangunan desa tidak hanya sebatas membangun infrastruktur, tetapi juga membangun ekonomi masyarakat. Karena itu kami terus memperkuat BUMDes, mendukung Kopdes, menjalankan program Rutilahu, serta membuka ruang bagi UMKM dan pelaku usaha lokal agar terus berkembang,” katanya.
Muhctar menambahkan, keberhasilan pembangunan desa membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah desa, lembaga desa, pelaku usaha, dan warga perlu bergerak bersama agar berbagai potensi yang ada tidak berhenti sebagai sumber daya, tetapi benar-benar menjadi kekuatan ekonomi.
“Kami berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga semangat gotong royong demi mewujudkan Desa Palasari Hilir yang semakin maju dan mandiri,” tambahnya.
