KESATUCO – Masjid Sejuta Pemuda (MSP) di Kota Sukabumi menjadi contoh nyata transformasi rumah ibadah menjadi pusat aktivitas sosial, kreativitas, dan pemberdayaan generasi muda.
Berlokasi di Jalan Lamping, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, masjid yang berdiri di atas lahan seluas sekitar satu hektare ini buka 24 jam dan terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan tempat istirahat, beribadah, atau sekadar menenangkan diri.
Dibangun dengan semangat memadukan nilai religius dan sosial, Masjid Sejuta Pemuda didirikan atas gagasan Anggy Firmansyah Sulaiman. Ia ingin menjawab keresahan anak muda terhadap peran masjid yang sering kali hanya sebatas tempat salat, bukan pusat kegiatan masyarakat.
Baca Juga: Bobby Maulana: Al-Qur’an Adalah Literasi Terbaik untuk Hadapi Tantangan Zaman
“Kami ingin menjadikan masjid ini sebagai rumah bagi umat, tempat di mana siapa pun bisa belajar, berkarya, dan berbagi,” ujar Anggy dalam sebuah wawancara.
Beragam fasilitas yang ditawarkan menjadikan masjid ini berbeda dari kebanyakan. Di dalamnya terdapat coffee bar sebagai ruang santai pascaibadah, creative space, studio live streaming, serta media center untuk mendukung dakwah digital.
Masjid ini juga memiliki aula indoor berkapasitas 80 orang dan aula outdoor yang mampu menampung hingga 700 orang, kerap digunakan untuk kajian, seminar, dan kegiatan sosial.
Baca Juga: Bobby Maulana: LKBB Bukan Sekadar Lomba, tapi Pembentuk Karakter dan Nasionalisme Pelajar
Tidak hanya itu, Masjid Sejuta Pemuda juga dikenal karena dapur umumnya yang setiap bulan menyiapkan sekitar 7.000 porsi makanan gratis untuk masyarakat dan musafir. Fasilitas tersebut menjadikan masjid ini bukan sekadar tempat beribadah, tetapi juga pusat kepedulian sosial yang aktif.
Konsep masjid yang ramah anak muda dan terbuka 24 jam ini mendapat perhatian luas. Kementerian Agama bahkan menilai MSP sebagai contoh masjid yang berhasil mengembalikan fungsi utamanya sebagai pusat peradaban dan aktivitas sosial umat.
Banyak komunitas dan instansi pemerintahan datang berkunjung untuk belajar konsep pengelolaan masjid modern yang mengedepankan kolaborasi dan pemberdayaan.
Baca Juga: Wali Kota Sukabumi Tanam Kedelai di Gorontalo, Implementasi Konkret Kerja Sama Antar Daerah
Masjid Sejuta Pemuda menjadi simbol gerakan baru bagi rumah ibadah di Sukabum, bahwa masjid bukan hanya tempat sujud, tetapi juga wadah membangun peradaban.
Ke depan, pengelola berharap konsep serupa bisa dikembangkan di wilayah lain, agar semakin banyak generasi muda yang tumbuh dekat dengan masjid dan menjadikannya pusat kehidupan yang penuh makna.
