KESATU.CO, PURWAKARTA – Suasana penuh kehangatan dan kebanggaan menyelimuti Lembur Harepan pada Selasa (4/8/2026). Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, secara khusus menerima kunjungan apresiasi dari jajaran manajemen serta para pemain muda berbakat tim sepak bola Arsent 1963 Purwakarta.
Kunjungan ini menjadi momen yang sangat istimewa sekaligus membanggakan bagi seluruh masyarakat Purwakarta.
Pasalnya, para penggawa muda Arsent 1963 bertandang tidak dengan tangan kosong, melainkan memboyong piala bergengsi yang berhasil mereka rebut di tingkat nasional.
Perjuangan “Berdarah-darah” Menuju Tahta Juara
Kehadiran tim Arsent 1963 ke kediaman Om Zein merupakan puncak dari perjuangan panjang mereka pada ajang Liga Yooscout Nasional 2026 kategori Umur 17 tahun (U-17) yang berlangsung di Tangerang, Banten.
Di partai final yang berlangsung sengit, Arsent 1963 Purwakarta berhasil membuktikan mental juara mereka. Lewat drama adu penalti yang mendebarkan, Arsent 1963 sukses menundukkan lawannya dengan skor tipis 4-3. Kemenangan manis ini memastikan gelar Juara 1 berhak dibawa pulang ke Tanah Pasundan.
Perjuangan gigih para pemain muda ini tak luput dari perhatian sang Bupati. Om Zein mengaku sangat terharu dan bangga atas kerja keras seluruh elemen tim yang telah mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
“Berdarah-darah untuk perjuangkan piala ini,” tutur Om Zein saat menyambut para pemain dengan penuh rasa bangga.
Balas Pesan Video, Om Zein Ganti Biaya Operasional Tim
Sebelum pertemuan hangat tersebut terwujud, sempat tular sebuah unggahan video dari salah satu pemain Arsent 1963 di media sosial.
Dalam video tersebut, sang pemain secara terbuka menyapa Om Zein dan Kang Dedi Mulyadi untuk meminta perhatian serta apresiasi atas pencapaian prestasi mereka.
Merespons hal tersebut, Om Zein memberikan jawaban nyata yang membakar semangat para atlet muda. Tidak hanya memberikan pujian setinggi langit atas dedikasi para pemain, Om Zein juga mengambil langkah konkret dengan mengganti biaya operasional yang telah dikeluarkan klub selama bertanding di Tangerang.
Sebagai bentuk apresiasi langsung dari pemerintah daerah dan pribadi, Om Zein menyerahkan dana pengganti sebesar Rp10 juta.
Langkah ini menjadi bukti nyata kepedulian pimpinan daerah terhadap pembinaan usia dini dan perkembangan dunia olahraga, khususnya sepak bola di Kabupaten Purwakarta.
Penggantian dana ini disambut haru dan suka cita oleh para pemain dan manajemen. Dukungan moral maupun material dari pimpinan daerah menjadi suntikan energi yang sangat berharga bagi masa depan tim.
Bersiap Wakili Indonesia di Liga Yooscout Internasional
Gelar Juara 1 Liga Yooscout Nasional 2026 kategori U-17 ini bukan sekadar akhir dari kompetisi, melainkan awal dari perjalanan yang lebih besar.
Berkat kemenangan gemilang di Tangerang, tim Arsent 1963 Purwakarta secara resmi berhak melaju untuk mewakili Indonesiapada ajang Liga Yooscout Internasional.
Pencapaian luar biasa ini menaruh harapan besar di pundak anak-anak muda Purwakarta. Mereka tidak hanya lagi membawa nama kabupaten, melainkan akan bertanding membawa bendera Merah Putih di tingkat global.
Om Zein berharap keberhasilan Arsent 1963 dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di Purwakarta untuk terus berprestasi, pantang menyerah, dan berani bermimpi hingga tingkat internasional.
Masyarakat Purwakarta kini bersiap memberikan doa dan dukungan penuh agar Arsent 1963 mampu kembali mengukir sejarah manis dan membawa harum nama Indonesia di panggung sepak bola dunia.***
