KESATUCO – Desa Perbawati, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, memantapkan diri sebagai desa berbasis pertanian dengan mengoptimalkan komoditas unggulan seperti kopi, padi, sayuran, dan pisang. Dari sejumlah potensi tersebut, kopi arabika dan beras sehat menjadi fokus pengembangan utama.
Kaur Perencanaan Desa Perbawati, Asep Amir Hamzah, menyebutkan potensi pertanian di wilayahnya sangat melimpah. Selain berada di kawasan subur, desa ini juga dilintasi jalur wisata Pondok Halimun yang membuka peluang pasar lebih luas.
“Potensi pertanian relatif melimpah di Desa Perbawati. Termasuk pariwisata, karena kami berada di jalur wisata Pondok Halimun. Namun saat ini kami fokus dulu pada kopi, padi, pisang, dan sayuran,” ujarnya saat ditemui di Kantor Desa Perbawati.
Baca Juga: Safari Ramadan, Farhan: SDM Bandung Harus Mendunia
Pengembangan kopi dilakukan melalui kerja sama dengan UMKM Baru Halimun. Dari kolaborasi tersebut lahir produk Kopi Purbawati yang berbahan dasar kopi arabika hasil kebun petani lokal.
“Kami membeli kopi dari petani, lalu diolah menjadi biji kopi siap pakai untuk kedai-kedai di Sukabumi. Pasarnya masih lokal karena permintaannya cukup tinggi,” katanya.
Menurutnya, dominasi kopi arabika di Desa Perbawati didukung kondisi geografis yang berada di ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut (mdpl), sehingga kualitas biji kopi yang dihasilkan cukup baik.
Baca Juga: Siskamling Siaga Bencana Jadi Sarana Evaluasi Pemberdayaan Warga, RW 06 Jadi Contoh
Selain kopi, penguatan sektor padi juga tengah digarap melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Saat ini, BUMDes memproses hasil panen petani menjadi produk Beras Desa Perbawati, baik beras putih maupun ketan.
“Prosesnya bertahap. Target kami ke depan adalah menghadirkan produk beras yang minim bahkan bebas pestisida,” jelasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah desa rutin menggelar penyuluhan kepada petani agar penggunaan pestisida dapat ditekan secara bertahap. Upaya ini menjadi bagian dari visi membangun branding beras sehat khas Perbawati.
Baca Juga: Respon Keluhan Warga, Kecamatan Coblong Gaspol Bersihkan Kebun Binatang Bandung
Tak ketinggalan, komoditas pisang juga masuk dalam rencana pengembangan, termasuk mengangkat kembali kejayaan pisang Selabintana yang dikenal memiliki rasa manis dan kualitas unggul.
“Kami ingin semua potensi ini berkembang, sehingga produk Desa Perbawati semakin dikenal dan memberi nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
