KESATU.CO, PURWAKARTA – Komitmen besar terhadap masa depan generasi muda terus ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
Demi mewujudkan visi Purwakarta Istimewa, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, memberikan perhatian luar biasa terhadap dunia pendidikan dan keselamatan anak-anak sekolah.
Dalam sebuah pidato terbarunya Pada Acara Safari Cinta di Bungursari, Om Zein memberikan pesan tegas sekaligus imbauan kepada para siswa, guru, dan orang tua di Purwakarta. Pesan mendalam ini dikutip oleh Media Kesatu.co dari unggahan video di akun TikTok pribadi milik Om Zein.
Bupati yang dikenal dekat dengan rakyat ini menyoroti dua isu krusial yang kerap diabaikan di era modern saat ini: penggunaan *gadget* pada anak usia dini dan keselamatan berkendara bagi pelajar.
Anak SD Jangan Dulu Pegang HP, Fokus Belajar dan Bermain
Dalam potongan video TikTok tersebut, Om Zein secara khusus meminta kepada generasi muda, khususnya anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), untuk tidak terlebih dahulu memegang atau memiliki *handphone* (HP) sendiri.
Menurut Bupati Purwakarta, penggunaan gawai pada anak usia dini jika tidak diawasi dengan ketat dapat membawa dampak negatif bagi perkembangan mental dan konsentrasi belajar mereka.
“Anak-anakku yang masih SD, fokuslah belajar dan bermain bersama teman-teman secara nyata. Jangan dulu pegang atau memiliki HP,” ujar Om Zein dalam pidatonya.
Langkah ini dinilai sebagai upaya preventif untuk menyelamatkan moral dan mental generasi penerus Purwakarta dari kecanduan internet dan konten-konten digital yang belum layak dikonsumsi oleh anak usia di bawah umur.
Larangan Pelajar SMP-SMA Bawa Motor Tanpa SIM
Tidak hanya menyoroti masalah gadget, Om Zein juga memberikan teguran keras terkait maraknya fenomena pelajar yang membawa kendaraan bermotor ke sekolah.
Secara spesifik, ia mengimbau siswa-siswi dari tingkat SMP hingga SMA kelas dua untuk tidak mengendarai motor ke sekolah, terlebih bagi mereka yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Aturan lalu lintas secara tegas menyatakan bahwa batas usia minimal kepemilikan SIM adalah 17 tahun.
Oleh karena itu, pelajar SMP dan SMA kelas awal dipastikan belum memenuhi syarat hukum untuk berkendara di jalan raya.
“Siswa-siswi SMP sampai SMA kelas dua, jangan dulu pakai kendaraan motor, apalagi kalau tidak memiliki SIM. Ini demi keselamatan kalian sendiri dan pengguna jalan lainnya,” tegas Om Zein.
Kebijakan ini diambil demi menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan remaja yang kerap terjadi akibat emosi yang belum stabil dan kurangnya pemahaman tentang keselamatan berkendara (safety riding).
Ajakan untuk Orang Tua: Antar Anak ke Sekolah Demi Keselamatan
Menyadari bahwa pendidikan dan keselamatan anak bukan hanya tanggung jawab pihak sekolah atau pemerintah, Bupati Saepul Bahri Binzein juga mengetuk hati para orang tua di Purwakarta.
Om Zein mengajak seluruh orang tua untuk terlibat aktif dalam membimbing anak-anak mereka. Salah satu langkah konkret yang ia harapkan adalah kesediaan orang tua untuk meluangkan waktu mengantarkan anak-anak mereka ke sekolah.
Manfaat Orang Tua Mengantar Anak ke Sekolah:
* Menjamin Keselamatan: Memastikan anak sampai di gerbang sekolah dengan aman tanpa risiko kecelakaan di jalan.
* Membangun Kedekatan Emosional: Momen di perjalanan dapat menjadi ruang komunikasi yang berkualitas antara orang tua dan anak.
* Pengawasan Moral: Memastikan anak tidak membolos atau salah pergaulan sebelum jam sekolah dimulai.
“Mari kita bimbing anak-anak kita dengan mengantarkannya langsung ke sekolah demi keselamatan mereka. Ini adalah bentuk kasih sayang nyata untuk masa depan mereka,” ajak Om Zein.
Menuju Purwakarta Istimewa Melalui Pendidikan Berkarakter
Langkah tegas yang digaungkan oleh Bupati Saepul Bahri Binzein (Om Zein) ini sejalan dengan visi besar membangun Purwakarta Istimewa.
Dunia pendidikan bukan hanya soal mengejar nilai akademik di atas kertas, melainkan pembentukan karakter, kedisiplinan, dan perlindungan terhadap keselamatan fisik serta mental anak.
Melalui imbauan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua di Kabupaten Purwakarta dapat terjalin lebih kuat demi melahirkan generasi emas yang sehat, cerdas, dan taat hukum.***
