KESATU.CO, PURWAKARTA – Perjuangan hidup seorang mahasiswa perantauan seringkali melahirkan cerita yang menyentuh hati. Salah satunya datang dari Fadli, seorang mahasiswa asal Kabupaten Purwakarta yang tengah menempuh studi di Yogyakarta (Jogja).
Demi bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, Fadli rela membagi waktunya antara kuliah dan berjualan makanan cepat saji.
Kisah perjuangan Fadli yang penuh ketekunan ini memikat perhatian Penjabat Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein. Rasa bangga dan haru tak terbendung saat orang nomor satu di Purwakarta tersebut melihat langsung kegigihan warganya di tanah rantau.
Viral di TikTok: Perjuangan Mahasiswa di Bale Mahasiswa Purwakarta
Kisah haru sekaligus membanggakan ini terungkap melalui sebuah video yang diunggah langsung oleh Om Zein di akun TikTok pribadinya. Berdasarkan pantauan Tim Redaksi Kesatu.co, dalam video tersebut tampak momen hangat saat Om Zein berbincang dengan Fadli di Bale Mahasiswa Purwakarta fasilitas asrama tempat Fadli tinggal selama berkuliah di Jogja.
“Fadli, mahasiswa asal Purwakarta yang berkuliah di Jogja dan tinggal di Bale Mahasiswa Purwakarta. Kuliah sambil berjualan untuk penuhi kebutuhan sehari-hari. Om Zein bantu modal untuk buka lapak agar bisa berjualan sepulang kuliah,” tulis Om Zein dalam takarir video unggahannya.
Fadli dikenal sebagai sosok yang sangat mahir membagi waktu. Di tengah padatnya jadwal perkuliahan, ia tidak malu ataupun gengsi untuk turun ke jalan menjajakan makanan cepat saji. Kemandirian inilah yang membuat Om Zein merasa sangat kagum dan terenyuh.
Om Zein Berikan Bantuan Modal Usaha Rp3 Juta
Melihat tekad baja yang dimiliki Fadli, Om Zein tidak tinggal diam. Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan nyata dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Om Zein langsung memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp3.000.000 (tiga juta rupiah).
Bantuan modal usaha ini diberikan agar Fadli bisa membuka lapak dagangan yang lebih layak dan permanen, sehingga ia dapat berjualan dengan lebih nyaman selepas pulang dari kampus.
Fadli pun menyambut bantuan tersebut dengan rasa haru dan bahagia yang mendalam. Bagi Fadli, dukungan ini menjadi pelecut semangat baru untuk terus berjuang menyelesaikan studinya tanpa harus membebani orang tua.
Nostalgia Om Zein: Pernah Jualan Agar-Agar Sejak Kelas 3 SD
Melihat kegigihan Fadli yang mandiri sejak bangku kuliah, ingatan Om Zein mendadak terlempar ke masa lalunya sendiri. Ia mengaku sangat memahami apa yang dirasakan oleh Fadli, karena dirinya pun pernah berada di posisi yang sama.
Om Zein menceritakan bahwa sejak menduduki bangku kelas tiga Sekolah Dasar (SD), ia sudah mulai mencari uang sendiri dengan berjualan agar-agar. Setiap pagi, sebelum bel sekolah berbunyi, Om Zein kecil harus menenteng wadah dagangan ke sekolah demi membantu perekonomian keluarga.
Pengalaman pahit manis masa kecil itulah yang membentuk karakter Om Zein hingga bisa menjadi seorang pemimpin seperti sekarang. Oleh karena itu, ia sangat menghargai setiap anak muda yang mau bekerja keras dan tidak manja.
Doa Terbaik untuk Masa Depan Fadli
Di akhir perbincangan yang berlangsung dengan penuh keakraban tersebut, suasana haru semakin terasa. Om Zein menutup pertemuan dengan memberikan untaian doa serta motivasi terbaik untuk mahasiswa asal Purwakarta tersebut.
Beliau mendoakan agar kelak Fadli bisa meraih kesuksesan yang luar biasa, bahkan bisa melebihi pencapaian yang telah diraih oleh Om Zein saat ini. Kisah Fadli menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita, asalkan ada kemauan, kerja keras, dan doa yang menyertai.***
