KESATU.CO, PURWAKARTA — Suasana haru tak tertahankan menyelimuti pertemuan antara Siti Nuraidah (54), seorang penjual rengginang sederhana asal Purwakarta, dengan Bupati Purwakarta yang akrab disapa Om Zein.
Niat hati hanya ingin mengadu nasib dengan menjual beberapa kantong rengginang buatan rumah, Ibu Siti justru pulang membawa kebahagiaan luar biasa yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Kisah berawal ketika Om Zein yang tengah melakukan kegiatan keliling wilayah Purwakarta berpapasan dengan Ibu Siti. Dengan wajah ramah dan penuh senyum, perempuan paruh baya tersebut menawarkan jajanan tradisional rengginang hasil olahan tangannya sendiri.
Di balik usahanya yang gigih, Ibu Siti menyimpan perjuangan keluarga yang tidak mudah. Sang suami yang sudah memasuki usia senja kini sudah tidak mampu lagi bekerja secara penuh. Demi membantu menopang perekonomian keluarga dan mencukupi kebutuhan sehari-hari, Ibu Siti memutar otak dengan memproduksi rengginang secara mandiri di rumahnya.
Rengginang Sederhana Buatan Sendiri
Ada keunikan tersendiri dari olahan rengginang milik Ibu Siti. Meskipun diproduksi dengan bahan-bahan yang sangat sederhana dan peralatan seadanya, cita rasa rengginang buatannya sangat otentik.
Setiap harinya, ia tidak membawa banyak dagangan, hanya beberapa kantong kecil yang ia kemas rapi.
Harga yang dibanderol pun tergolong sangat murah, yaitu Rp2.000 per kantong. Dari keuntungan yang tak seberapa itu, Ibu Siti merajut asa demi menyambung hidup bersama sang suami.
Melihat kegigihan dan ketulusan Ibu Siti, hati Om Zein tergerak. Tanpa ragu, Bupati Purwakarta tersebut memutuskan untuk memborong seluruh kantong rengginang yang dibawa oleh Ibu Siti saat itu.
Sempat Menolak Karena Merasa Kemahalan
Momen emosional terjadi saat proses pembayaran. Om Zein mengambil beberapa lembar uang kertas dan menyerahkannya kepada Ibu Siti. Tak tanggung-tanggung, uang yang diberikan bernilai Rp1 juta jumlah yang sangat fantastis untuk beberapa kantong rengginang seharga ribuan rupiah.
Sontak, Ibu Siti kaget bukan main. Bukannya langsung menerima dengan gembira, kepolosan dan kejujuran Ibu Siti justru membuatnya sempat menggelengkan kepala dan menolak pemberian uang tersebut.
Ia merasa sungkan dan tidak enak hati karena nominal yang diberikan jauh melampaui harga asli dagangannya.
“Jangan terlalu banyak, Pak. Uangnya kebanyakan, saya tidak enak,” tutur Ibu Siti polos sambil menahan rasa terharu.
Namun, kejujuran dan rasa tidak enak yang ditunjukkan Ibu Siti justru makin menyentuh hati Om Zein.
Uang Dibeli Berlipat Ganda dan Pesan Semangat
Melihat respons jujur sang penjual rengginang, Om Zein bukannya mengambil kembali uangnya, melainkan justru menambah nominalnya berlipat ganda. Tangis kebahagiaan Ibu Siti pun akhirnya pecah di hadapan sang Bupati. Uang yang diterimanya hari itu bagaikan rezeki nomplok dan jawaban atas doa-doanya selama ini.
Di akhir pertemuannya, Om Zein mendekati Ibu Siti Nuraidah untuk memberikan dukungan moral dan motivasi agar ia terus semangat berusaha.
“Tetap semangat ya, Bu. Perjuangan Ibu membantu suami adalah hal yang sangat mulia. Semoga usahanya makin berkah dan lancar,” pungkas Om Zein sambil menyemangati.
Aksi borong dagangan yang dilakukan Om Zein ini tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga Ibu Siti Nuraidah, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya saling berbagi dan menghargai kerja keras para pelaku usaha kecil di daerah.
Kini, kisah Ibu Siti Nuraidah menjadi inspirasi hangat yang menyentuh hati banyak warga Purwakarta.***
