KESATU.CO – BANDUNG, Hingga kini, kasus kecelakaan pada perlintasan sebidang masih marak di berbagai wilayah. Banyak faktor penyebabnya.
Tidak hanya masalah mental dan disiplin para pengendara yang kerap mengabaikan regulasi, seperti menerobos palang pintu perlintasan sebidang ketika kereta melintas.
Nah, berkenaan dengan kecelakaan pada perlintasan sebidang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) terus berstrategi. Misinya, mencegah sekaligus meminimalisir terjadinya kecelakaan pada perlintasan sebidang.
Satu cara PT KAI (Persero) meminimalisir terjadinya kecelakaan yakni menutup perlintasan sebidang liar, seperti yang dilakukan PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.
Dicky Eka Priandana, Executive Vice Presiden (EVP) PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung, mengemukakan, selama 2024, bersama beberapa stakeholder, antara lain Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pemerintah kota-kabupaten, dan lainnya, pihaknya menon-aktifkan 36 perlintasan sebidang liar di wilayah kerjanya.
“Penutupan perlintasan sebidang liar terbanyak selama 2024 ada di Kabupaten Cianjur, yakni delapan titik,” tandas Dicky Eka Priandana.
Daerah berikutnya yang merupakan lokasi penutupan perlintasan sebidang liar, lanjut Dicky Eka Priandana, adalah Kabupaten Garut dan Kabupaten Sukabumi.
Penutupan perlintasan sebidang di dua kabupaten tersebut, sambung Dicky Ek Priandana, jumlahnya sama, yaitu enam titik.
“Lalu, jumlah perlintasan sebidang liar yang kami non-aktifkan di Kabupaten dan Kota Bandung.masing-masing empat titik serta dua titik,” paparnya.
Kemudian, tambah Dicky Eka Priandana, sebanyak tiga perlintasan sebidang liar yang pihaknya hentikan riwayatnya berada di Kabupaten Purwakarta.
Baca Juga: Lembaga Ini Punya Cara Sinkronkan Pendidikan dengan Industri, Pemkot Bandung Acungkan Jempol,
Penutupan perlintasan sebidang liar dalam jumlah yang sama dengan Kabupaten Purwakarta, sahutnya, berlangsung di Kabupaten Tasikmalaya.
Sisanya ucap Dicky Eka Priandana, yakni empat titik, berlokasi di Kabupaten Ciamis dan Kota Tasikmalaya. “Yakni, masing-masing dua titik,” tuturnya.
Berbicara tentang kecelakaan pada perlintasan sebidang, Dicky Eka Priandana mengungkapkan, selama 12 bulan periode 2024, di wilayah kerjanya, terjadi sebanyak 22 kasus.
Ke-22 kecelakaan pada perlintasan sebidang tersebut, imbuhnya, menyebabkan sembilan orang tewas, tujuh lainnya terluka, baik luka ringan maupun luka parah.
Mengenai jumlah perlintasan kereta di wilayah kerjanya, beber Dicky Eka Priandana, sebanyak 424 titik.Terdiri atas 363 perlintasan sebidang dan 61 perlintasan tidak sebidang.
Sebanyak 363 lokasi perlintasan sebidang itu, jelasnya, meliputi 198 titik perlintasan sebidang tanpa penjagaan.
Sebanyak 136 lokasi perlintasan sebidang lainnya dijaga petugas, baik petugas PT KAI (Persero), pemerintah kota-kabupaten, atau secara swadaya masyarakat.
Sedangkan ke-61 lokasi perlintasan tidak sebidang, tukasnya mencakup 38 fly over dan 23 titik underpass.
“Tentu, sebelum eksekusi penutupan perlintasan sebidang liar itu, bersama unsur kewilayahan, kami menyosialisasikannya kepada masyarakat,” urainya.
Pada sisi lain, Dicky Eka Priandana pun mewanti-wanti, mengimbau, sekaligus meminta masyarakat agar mematuhi regulasi perkeretaan.
Misalnya, kata dia, seluruh pengendara tidak boleh menerobos palang pintu perlintasan karena wajib memprioritaskan perjalanan kereta.
Tidak itu saja, tegasnya, berdasarkan peraturan perkeretaan, masyarakat pun tidak boleh beraktivitas apa pun pada areal sekitar jalur kereta karena hal itu sangat berisiko.
Ayep Hanapi, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung, menambahkan, selain menon-aktifkan puluhan perlintasan sebidang liar, cara lain pihaknya melayani masyarakat secara prima yakni mengamankan dan menyelamatkan beragam properti penumpang yang tertinggal, baik di dalam kereta maupun stasiun.
Selama 2024, kata Ayep Hanapi, pihaknya mengamankan 1.953 unit barang penumpang yang tertinggal.
Estimasinya, bernilai total sekitar Rp2,07 miliar,” sebut mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon ini.
Ribuan properti penumpang yang tertinggal itu, jelasnya, terdiri atas makanan-minuman, tumbler, charger, jam tangan, gadget, perhiasan, dokumen penting, dan uang tunai
Nominal properti-properti penumpang yang tertinggal selama 2024 itu, imbuh Ayep Hanapi, lebih banyak daripada 2023, yakni Rp946 juta yang mencakup sekitar 820 unit. barang
Sebanyak 907 unit di antara ke 1.953 unit barang , 907 barang yang tertinggal tersebut, berupa barang berharga.
“Sebagian besar kami kembalikan krpada pemiliknya. Sebagian lainnya masih kami simpan karena belum diambil sang pemilik,* papar dia.
Terselamatkannya ribuan unit properti penumpang yang tertinggal itu, sahut Ayep Hanapi, berkat program pelayanan yang pihaknya aktifkan, yakni The Lost and Found. (win)
