KESATU.CO – BANDUNG, Pada momen-momen tertentu, kerap terjadi penambahan kebutuhan, termasuk beragam komoditas pangan. Begitu pula dengan momen Ramadan-Idul Fitri 2025.
Pasalnya, ketersediaan beragam komoditas pangan, khususnya beras, yang mumpuni selama Ramadan-Idul Fitri 2025 bisa mencukupi kebutuhan masyarakat .
Lalu, bagaimana ketersediaan beras di Jabar selama Ramadan-Idul Fitri 2025?
Pemimpin Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah (Kanwil) Jabar, Saldi Aldryn, menyatakan, pada periode Ramadan-Idul Fitri tahun ini, masyarakat Jabar tidak perlu merisaukan pasokan beras.
“Stok beras kami kelola dan tersimpan pada gudang (Perum Bulog Jabar), Insyaa Allah aman dan bisa mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadan-Idul Fitri 2025,” tegas dia.
Saldi Aldryn, mengungkapkan, saat ini, volume ketersediaan beras di Tatar Pasundan berlimpah. Volumenya, sebut dia, sekitar 225 ribu ton.
Lalu, bagaimana soal harga jual?
Pada sela-sela inspeksi di Pasar Ciroyom Bandung, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Jabar, Komisaris Besar (Kombes) Ade Sapari, menegaskan di Jabar, berdasarkan pemantauan, secara umum, harga jual beragam komoditas pangan, khususnya beras, masih stabil.
Namun, aku Kombes Ade Sapari, harga beberapa komoditas sedikit lebih mahal. Walau demikian, ujarnya, masih relatif stabil.
“Ada beberapa komoditas yang harganya mengalami kenaikan. Tapi, tidak signifikan, sekitar 0,8-1 persen,” kata Perwira Menengah (Pamen) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) itu.
Dia mencontohkan harga telur ayam. Kombes Ade Sapari menyatakan, di Pasar Ciroyom, harga telur ayam masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp30 ribu per kilo gram.
Melihat hal itu, Kombes Ade Sapari berpendapat, secara umum, perkembangan harga sejumlah komoditas masih terjangkau masyarakat.
Agar stabilitas pasokan dan harga komoditas terjaga, khususnya selama Ramadan-Idul Fitri 2025, sahutnya, bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Jabar, pihaknya siap menggelar Operasi Pasar (OP).
Bicara soal antisipasi kemungkinan terjadinya penimbunan komoditas, Kombes Ade Sapari menyatakan, pihaknya tidak sungkan bertindak tegas kepada para pelaku penimbunan.
“Kami proses hukum apabila menemukan bukti terjadinya penimbunan,” tutup Kombes Ade Sapari. (win/*)
