KESATUCO – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengaku prihatin atas rendahnya realisasi pengelolaan sampah di Indonesia. Bahka cakupannya baru mencapai 9-10 persen.
“Angka cakupan pengelolaan sampah saat ini sekitar 30 persen. Namun, hasil verifikasi kami di berbagai TPA menunjukkan bahwa realisasinya baru mencapai 9–10 persen,” ujarnya saat Sharing Session bersama sejumlah elemen yang digagas PT Tambang Semen Sukabumi (SCG) bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup , belum lama ini.
Maka dari itu, dirinya mengajak semua pihak untuk duduk bersama. Hal itu agar pengelolaan sampah ini menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah kabupaten/kota.
Baca Juga: DPRD Kota Sukabumi Puji Program Lentera Hati, Ini Dia Penggagasnya
“Mari kita bersama-sama bertanggungjawab dalam pengelolaan sampah ini,” ajaknay.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, Peramas Wajananawat, menegaskan komitmen SCG dalam mendukung pengurangan polusi plastik. Salah satu langkah konkretnya adalah pemanfaatan sampah plastik sebagai bahan bakar alternatif.
“Kami bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Sukabumi untuk membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di TPA Cimenteng,” ucapnya.
Baca Juga: Siap-Siap, Perumda BPR Akan ada Direktur Baru
SCG juga menerapkan teknologi Alternative Fuel/Alternative Raw Material (AF/AR) untuk mengolah limbah industri menjadi bahan bakar dan bahan baku alternatif dalam proses produksi semen.
“Teknologi ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga mendukung upaya pelestarian sumber daya alam,” ungkapnya.
Selain itu, SCG mengembangkan sistem Refuse-Derived Fuel (RDF) sebagai solusi untuk mengatasi kelebihan kapasitas di TPA dan menekan emisi karbon. Sistem ini tengah dirancang bersama Pemerintah Kota Sukabumi untuk pembangunan fasilitas RDF di TPA Cikundul.
Baca Juga: PAD Kota Sukabumi Meningkat, Segini Persentasenya
“Sebagai bagian dari pembangunan budaya peduli lingkungan, SCG juga menginisiasi program SCG Mentari sejak 2023. Program ini mencakup edukasi lingkungan, pengelolaan sampah berbasis komunitas, hingga rehabilitasi lingkungan,” pungkasnya
