KESATU.CO – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) segera bergerak cepat melakukan peninjauan dan penyaluran bantuan banjir bagi belasan ribu warga terdampak banjir di Kabupaten Bandung pada Jumat (5/12/2025).
Sekitar 13 ribu jiwa terdampak banjir di tiga kecamatan, yaitu Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang.
Tim gabungan yang terdiri dari Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Jabar, Biro Umum, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, DP3AKB, dan BAZNAS Jabar langsung meninjau lokasi atas instruksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Di 2026, Dedi Mulyadi Fokuskan Atasi Banjir Bandung Raya
“Kami diperintahkan oleh Pak Gubernur meninjau tiga titik, yaitu Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang. Total warga terdampak kurang lebih 13 ribu orang,” jelas Kepala Biro Adpim Jabar, Akhmad Taufiqurrahman.
Ia menyampaikan bahwa bantuan darurat telah disalurkan dari berbagai instansi.
“Alhamdulillah, ada bantuan dari BAZNAS, BPBD, dan DP3AKB Jabar. Pak Gubernur juga memberikan sekitar 1.000 bungkus nasi Padang yang langsung kami distribusikan kepada masyarakat,” tuturnya.
Baca Juga: Ancaman Keuangan Digital Meningkat, OJK Ingatkan Masyarakat Lebih Waspada Modus Penipuan Baru
Akhmad menambahkan bahwa masyarakat berharap adanya penanganan banjir jangka panjang.
“Wilayah ini merupakan titik rendah, sehingga potensi banjir selalu ada. Harapan masyarakat adalah normalisasi sungai serta penambahan embung retensi. Pak Wakil Bupati menyampaikan bahwa Kabupaten Bandung membutuhkan sekitar 14 embung retensi tambahan,” katanya.
Terkait evakuasi, Akhmad menyebut masih terdapat warga yang memilih bertahan di rumah.
Baca Juga: Perang Melawan Penipuan Keuangan: Satgas PASTI dan IASC Perkuat Perlindungan Masyarakat
“Kami bersama BPBD meninjau langsung. Ada warga yang bertahan karena menjaga barang berharganya. Namun kami tetap mengimbau agar mereka dievakuasi. Insyaallah tempat evakuasi akan lebih nyaman, aman, dan kebutuhan mereka juga lebih terjamin,” ujarnya.
Sementara itu, Analis Kebencanaan Ahli Madya BPBD Jabar Usep Supdana mengatakan pihaknya telah bergerak sejak dini hari untuk membantu kelompok rentan.
“Sejak pukul satu malam, BPBD sudah bergerak melakukan evakuasi dan pertolongan, khususnya bagi ibu menyusui, lansia, dan anak-anak,” kata Usep.
Ia juga menanggapi laporan mengenai ibu hamil yang sempat viral di media sosial.
“Mereka sudah kami datangi, namun menolak dievakuasi sementara karena merasa aman di lantai dua rumahnya. Jika situasi berubah, kami akan segera mengevakuasi,” ujarnya.
Selain bantuan makanan siap saji dari Gubernur, BAZNAS Jabar juga menyalurkan 500 paket sembako untuk warga terdampak.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Sulap 200 Hektare Lahan PTPN di Puncak dan Ciater Jadi Kebun Teh
Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya Pemda Provinsi Jabar memastikan proses evakuasi, perlindungan warga, dan distribusi bantuan berjalan cepat serta tepat sasaran.
Pemdaprov Jabar menegaskan komitmennya untuk hadir dalam penanganan banjir sekaligus memperkuat mitigasi jangka panjang di wilayah rawan. ***
