KESATU.CO – BANDUNG, Selama beberapa tahun terakhir, semakin banyak publik di negara ini yang menempatkan kereta sebagai moda transportasi terfavorit, apa pun variannya. Satu contohnya, yakni kereta bersubsidi alias Public Service Obligation (PSO).
Buktinya, berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia KAI (Persero), peminat kereta bersubsidi semakin membludak.
Acuannya, selama selama 2024, total volume penumpang kereta PSO pada seluruh wilayah kerja, termasuk Wilayah Kerja 2 Bandung, berjumlah 16,49 juta orang,. Khusus Januari 2025, kereta PSO melayani 1,47 juta orang.
Dicky Eka Priandana, Executive Vice President PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, mengiyakan bahwa peminat kereta PSO di wilayah kerjanya terus bertambah.
Di Wilayah Kerja 2 Bandung, ungkap Dicky Eka Priandana, pada periode Januari -Desember 2024, pihaknya melayani hampir sebanyak 2 juta orang penumpang.
“Tepatnya, volume penumpang kereta PSO pada tahun lalu berjumlah 1.992.092 orang,” tandas Dicky Eka Priandana.
Sedangkan pada bulan perdana 2025, sambung Dicky Eka Priandana, volume penumpang kereta PSO bertambah 14,39 persen secara tahunan atau menjadi 176.785 orang.
Di wilayah kerjanya, ujar Dicky Eka Priandana, pihaknya mengaktifkan empat rangkaian kereta PSO.
Baca Juga: Cetak Prestasi Gemilang, BRI Masuk Daftar Perusahaan Terbaik Asia-Pasifik Versi TIME
Terdiri atas tiga rangkaian kereta jPSO arak jauh. Yakni Kahuripan (Kiaracondong-Blitar), Kutojaya Selatan (Kiaracondong-Kutoarjo), dan Cikuray (Garut – Bandung-Pasarsenen).
Satu lainnya, ungkap Dicky Eka Priandana, adalah kereta lokal yang dikelola jajarannya, yaitu Siliwangi (Cipatat -Sukabumi).
Selain memenuhi kebutuhan transportasi bagi masyarakat, jelas Dicky Eka Priandana, kereta bersubsidi punya peran penting.
“Selain membuat mobilitas, baik orang maupun logistik, terjangkaunya tarif tiket kereta PSO juga bisa menjadi trigger perekonomian,” katanya.
Tarif tiket yang lebih efisien, tukasnya, membuat masyarakat bisa lebih menghemat anggarannya. Secara otomatis, kereta PSO berdampak positif sekaligus men-trigger perkembangan ekonomi. (win)
