KESATUCO – Pemerintah Kota Sukabumi menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Gala Premier film Panggil Aku Ayah yang digelar di Moviflex Sukabumi.
Film ini merupakan bagian dari kampanye nasional “Gerakan Ayah Teladan Indonesia,” hasil kolaborasi antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), serta Visinema Studio.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, hadir langsung dalam pemutaran perdana film tersebut dan menyampaikan sambutan. Ia menegaskan pentingnya membangun keluarga berkualitas melalui keterlibatan aktif sosok ayah dalam pengasuhan anak.
Baca Juga: Gubernur Jabar Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan yang Hadir dan Mendengar Warga
“Mari jadikan ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai sahabat dan pendamping anak dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter anak dimulai dari rumah, dimulai dari kehadiran orang tua, termasuk sosok ayah yang menginspirasi,” ujarnya.
Film Panggil Aku Ayah mengangkat isu krusial tentang peran ayah dalam keluarga, menyentuh realitas bahwa sekitar 20,9% anak di Indonesia tumbuh tanpa kehadiran aktif sosok ayah. Kondisi ini dapat terjadi akibat perceraian, hubungan jarak jauh, atau karena ayah telah meninggal dunia. Selain itu, sistem patriarki yang masih kuat dalam pola pengasuhan menyebabkan keterlibatan emosional ayah seringkali terpinggirkan.
Menjadi semakin spesial, 90% proses pengambilan gambar film ini dilakukan di berbagai lokasi di Kota Sukabumi, menjadikan film ini tidak hanya media kampanye sosial, tetapi juga sarana promosi potensi lokal melalui pendekatan cerita yang menyentuh dan relevan.
Baca Juga: Semangat Kebugaran dan Kebersamaan dalam Fun Run Sukabumi
Gala premier ini juga dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, unsur Forkopimda, Komisi III DPRD Kota Sukabumi, para tokoh masyarakat, dan insan perfilman. Selain pemutaran film, acara membuka ruang diskusi terbuka mengenai pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak, terutama di tengah tantangan zaman digital dan perubahan struktur sosial.
Dalam film, digambarkan bagaimana banyak anak tumbuh dalam kondisi fatherless, kehilangan figur ayah secara fisik maupun emosional. Situasi ini kerap terjadi karena ayah harus bekerja jauh dari rumah, bahkan ke luar negeri, sehingga interaksi emosional antara ayah dan anak sangat terbatas. Padahal, kehadiran, komunikasi, dan apresiasi dari seorang ayah sangat penting dalam membentuk kepercayaan diri dan ketangguhan mental anak.
Cerita film dikembangkan dengan pendekatan emosional dan ringan, menyampaikan pesan bahwa hal-hal sederhana seperti obrolan hangat, pujian kecil, atau humor sehari-hari dari seorang ayah dapat menjadi bekal penting dalam perkembangan anak.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Sukabumi Dukung Penguatan Budaya Lewat Kegiatan Tanhana Dharma Mangrva
Perwakilan KemenPPPA dan BKKBN juga menyatakan bahwa pengasuhan yang ideal harus diisi secara seimbang oleh kedua orang tua, ibu dan ayah. Produser Visinema Studio menambahkan bahwa film ini merupakan wujud komitmen menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi dan menggugah kesadaran sosial.
“Media film adalah salah satu sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan. Lewat film ini, kami ingin membuka ruang refleksi bahwa ayah punya peran penting dalam keluarga. Jangan biarkan pengasuhan hanya menjadi beban ibu semata,” ujar produser.
Melalui penyelenggaraan gala premier ini, Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan dukungan terhadap penguatan peran keluarga sebagai pondasi utama pembangunan manusia. Gerakan Ayah Teladan Indonesia diharapkan mendorong hadirnya lebih banyak figur ayah yang tidak hanya menjadi pelindung, tetapi juga pendidik dan pembimbing anak dalam menghadapi kompleksitas zaman.
Wakil Wali Kota Sukabumi menutup sambutannya dengan menegaskan,
“Satu langkah ayah hari ini, adalah investasi besar untuk masa depan generasi yang sehat, kuat, dan berkarakter.” pungkasnya.
