KESATU.CO, PURWAKARTA – Sebuah aksi humanis yang menyentuh hati kembali ditunjukkan oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein.
Di tengah kesibukan agenda kedinasannya, pemimpin daerah ini membuktikan bahwa perhatian terhadap rakyat kecil bisa diwujudkan lewat tindakan nyata yang sederhana namun berdampak besar.
Aksi tersebut terjadi secara tidak sengaja saat kendaraan dinas yang membawa rombongan Bupati Purwakarta melintas di salah satu ruas jalan protokoler. Pandangan Om Zein terhenti pada sesosok pria paruh baya yang terduduk lesu di pinggir jalan.
Di hadapan pria tersebut, tertata rapi beberapa wadah berisi buah huni salah satu jenis buah tradisional yang kini tergolong langka dan semakin sulit dijumpai di kawasan perkotaan.
Melihat kondisi pedagang yang tampak melamun dan muram, Om Zein meminta pengemudinya untuk mendadak menghentikan kendaraan. Tanpa pengawalan ketat, ia langsung turun dari mobil dan berjalan menghampiri pedagang kecil tersebut secara spontan.
Saat didatangi dan disapa dengan ramah, raut wajah sang pedagang sempat menunjukkan rasa terkejut. Bupati Purwakarta itu lantas bertanya mengenai kondisinya dan penyebab mengapa ia terlihat begitu terpukul hingga melamun di tepi jalan.
Pedagang tersebut dengan suara bergetar mengungkapkan bahwa sejak pagi hingga sore hari, dagangan buah huninya sama sekali belum tersentuh pembeli. Tak ada satu pun rupiah yang berhasil ia bawa pulang untuk menyambung hidup keluarga hari itu.
Mendengar kisah kemalangan dan keluh kesah tersebut, naluri kepedulian Om Zein langsung tergerak. Tanpa berpikir panjang, sang Bupati memutuskan untuk memborong seluruh dagangan buah huni yang tersisa di lapak sederhana itu.
Ia membayar seluruh dagangan dengan nominal yang jauh melebihi harga jual biasanya sebagai bentuk rezeki nomplok dan dukungan moral bagi sang pedagang.
Seketika itu juga, raut wajah si penjual berubah drastis. Rasa cemas dan lesu yang tadinya membelenggu berubah menjadi pancaran keharuan dan senyum sumringah.
Air mata kebahagiaan tak mampu dibendungnya saat menerima uluran tangan hangat dari orang nomor satu di Purwakarta tersebut.
Ia berkali-kali mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian pimpinannya yang hadir di saat ia hampir putus asa.
Aksi baik ini tidak berhenti sampai di situ. Setelah memborong seluruh buah huni, Om Zein tidak membawanya pulang untuk diri sendiri.
Ia justru berdiri di tepi jalan dan membagikan buah-buahan segar tersebut secara gratis kepada para pengendara, pejalan kaki, dan warga sekitar yang kebetulan melintas di lokasi tersebut.
Warga yang melintas pun menyambut antusias momen langka ini. Selain bisa menikmati kembali cita rasa buah huni yang legendaris, mereka juga mengapresiasi sikap hangat dan tanpa sekat dari sang Bupati.
Suasana pinggir jalan yang tadinya sepi seketika berubah menjadi hangat dan penuh kebersamaan.
Peristiwa ini menjadi cerminan nyata dari gaya kepemimpinan yang berorientasi pada masyarakat bawah. Kehadiran seorang pemimpin di tengah dinamika kehidupan rakyat kecil sering kali tidak membutuhkan program yang muluk-muluk, melainkan kepekaan sosial dan rasa empati yang tinggi terhadap kondisi riil di lapangan.
Melalui aksi spontannya memborong buah huni ini, Om Zein tidak hanya berhasil menyelamatkan piring nasi seorang pedagang kecil dari ancaman kerugian, tetapi juga menularkan kebahagiaan sederhana kepada masyarakat luas.
Sikap keteladanan ini diharapkan mampu menginspirasi banyak pihak untuk saling peduli dan mengulurkan tangan bagi sesama yang membutuhkan.***
