KESATU.CO, PURWAKARTA — Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, kembali menunjukkan komitmen dan aksi cepatnya dalam merespons keluh kesah warga.
Kali ini, Om Zein memberikan perhatian langsung terhadap aduan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial Instagram terkait kendala pembiayaan medis seorang guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang sedang dirawat intensif di Jakarta.
Aduan tersebut diunggah oleh akun Instagram `@aiiiipaaa` milik Risfa Fadilah Asih, warga Desa Batutumpang, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, pada Senin, 5 Oktober 2026.
Dalam unggahannya, Risfa menceritakan kondisi pelik yang menimpa ibunya, Herni, seorang guru di SMPN 1 Maniis yang tengah berjuang melawan penyakit jantung kronis di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, Jakarta.
Melalui pesan terbuka yang menyentuh hati, Risfa mengungkapkan bahwa sang ibu telah menjalani perawatan intensif selama 20 hari dan dijadwalkan menjalani prosedur operasi besar.
Berdasarkan diagnosis medis, Ibu Herni mengidap infeksi bakteri pada katup jantung serta kerusakan struktur katup jantung. Selain itu, fungsi ginjal dan daya pompa jantung korban dilaporkan berada dalam kondisi yang sangat rendah.
Persoalan muncul ketika skema penjaminan BPJS Kesehatan tidak dapat mengover seluruh rangkaian tindakan penanganan medis secara menyeluruh. BPJS hanya menanggung penggantian katup jantung, sementara tindakan perbaikan katup tidak masuk dalam cakupan jaminan.
Kondisi kesehatan pasien yang kritis juga mengharuskan penggunaan alat penjang medis khusus berupa *Continuous Renal Replacement Therapy* (CRRT) dan *Intra-Aortic Balloon Pump* (IABP) yang biayanya ditimpakan kepada pihak keluarga.
Sebagai seorang janda dengan tiga orang anak yang baru diangkat menjadi guru PPPK pada tahun 2025, Ibu Herni berada dalam posisi finansial yang sangat terbatas. Dokumen Surat Keputusan (SK) pengangkatannya telah diagunkan ke bank untuk menutup tunggakan utang keluarga serta membiayai pengurusan jenazah almarhumah neneknya pada April 2026 lalu.
Meski pihak keluarga telah berupaya maksimal dengan menggadaikan sawah peninggalan dan menarik pinjaman tambahan, akumulasi biaya operasi dan pemakaian alat penunjang medis masih menyisakan kekuarangan, termasuk tanggungan pembayaran perawatan sebesar Rp16 juta rupiah yang belum dapat dilunasi.
“Saya anak pertama dan adik saya baru berusia 10 tahun dan 3 tahun. Kami sekeluarga sudah berusaha mengumpulkan biaya, tetapi kebutuhan medisnya lebih besar dari kemampuan kami. Saya mohon sekali bantuan dan solusi dari Bapak Bupati,” tulis Risfa dalam unggahan yang menyita perhatian warganet tersebut.
Tidak butuh waktu lama bagi Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk merespons kondisi darurat yang menimpa warganya. Mengetahui informasi tersebut, Bupati Saepul Bahri Binzein langsung mengunggah video balasan resmi melalui akun media sosialnya.
Om Zein memastikan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam melihat aparatur sipil negara dan warga Purwakarta yang sedang mengalami kesulitan hidup berat.
Sebagai langkah konkret, Om Zein menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta untuk segera bertolak menuju RSJPD Harapan Kita Jakarta guna mendampingi, memastikan kondisi fisik pasien, serta menyelesaikan penanganan administratif maupun finansial yang membelit keluarga Ibu Herni.
“Supaya lebih jelas, saya utus Kepala Dinas Pendidikan untuk langsung ke rumah sakit memastikan dan mengurus seluruh permasalahannya,” tegas Om Zein dalam keterangan resminya.
Dalam penutup pernyataannya, Om Zein turut menyampaikan pesan moral dan dukungan emosional kepada keluarga pasien agar tetap kuat menghadapi cobaan kesehatan ini.
“Semoga Ibu Herni, guru SMPN 1 Maniis yang sedang di rumah sakit, dilancarkan proses operasinya dan segera kembali sehat seperti sediakala. Bagi anak-anaknya, jangan bersedih, kalian tidak sendiri,” pungkas Bupati Purwakarta.
Aksi cepat ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat yang berharap proses penanganan medis Ibu Herni berjalan lancar.***
