KESATU.CO, SUKABUMI Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat menjadi tantangan baru bagi generasi muda. Di tengah kemajuan teknologi tersebut, Wakil Bupati Sukabumi Andreas mengingatkan pentingnya karakter dan etika agar teknologi tidak justru kehilangan arah.
Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang mampu mengimbangi kemajuan teknologi dengan kekuatan karakter.
Hal itu disampaikan Andreas saat menjadi Pembina Upacara Apel Besar memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Pondok Modern Assalam Putri, Kecamatan Warungkiara, Selasa (6/10/2026).
Andreas mengatakan, Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka bukan sekadar hafalan dalam kegiatan kepramukaan. Lebih dari itu, keduanya merupakan nilai yang dapat menjadi fondasi generasi muda dalam menghadapi perubahan zaman.
“Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka telah terbukti menjadi landasan penting dalam membentuk generasi yang tangguh, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, serta mampu menghadapi berbagai perubahan zaman, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan,” ujar Andreas.
Ia menegaskan, kemampuan menguasai teknologi harus berjalan beriringan dengan karakter.
Sebab, generasi muda ke depan tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka harus mampu memastikan teknologi digunakan untuk hal-hal yang positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Dengan karakter yang kuat, generasi muda tidak hanya mampu menguasai teknologi, tetapi mampu menggunakannya secara bijak, bertanggung jawab, dan memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat,” tegasnya.
Andreas meyakini Gerakan Pramuka memiliki modal kuat untuk menyiapkan generasi yang akan menjadi tulang punggung Indonesia menuju 2045.
Namun, menurutnya, hal tersebut membutuhkan pembinaan yang konsisten, terarah, dan mampu menjawab tantangan zaman.
“Saya meyakini, Gerakan Pramuka mampu melahirkan generasi muda yang siap berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Apalagi jika dilakukan dengan pembinaan yang terarah,” ucapnya.
Ia menyebut, keberhasilan pembinaan tersebut salah satunya dapat dilihat dari kiprah Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi di bawah kepemimpinan Ade Suryaman.
Salah satu capaian yang mendapat apresiasi adalah keberhasilan Kwarcab Kabupaten Sukabumi melewati target 5.000 Pramuka Garuda sejak 2023.
“Ini patut diapresiasi. Capaian ini harus terus dilanjutkan dan ditingkatkan sebagai bagian dari sinergi dalam memperkuat pendidikan kepramukaan,” ungkapnya.
Lebih jauh, Andreas menilai sejarah Gerakan Pramuka telah menunjukkan kontribusi nyata terhadap pembangunan bangsa.
Gerakan tersebut telah melahirkan berbagai sosok yang kemudian berkiprah sebagai pemimpin, pendidik, ilmuwan hingga tokoh masyarakat.
Mereka tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi juga membawa nilai pengabdian dan kepedulian terhadap masyarakat.
Karena itu, Andreas berharap pembinaan kepramukaan di Kabupaten Sukabumi terus diperkuat agar mampu melahirkan generasi yang cerdas secara teknologi, kuat secara karakter, dan siap mengabdi untuk bangsa.
