KESATU.CO – BANDUNG, Dalam sektor transportasi, banyak faktor krusial agar pelayanan tetap prima. Di antaranya ketercukupan bahan bakar minyak (BBM).
Karena itu, agar pelayanannya kepada masyarakat semakin prima dan sempurna, pada 2025, pemerintah mengalokasikan ratusan ribu kilo liter (KL) BBM subsidi untuk korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor transportasi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero).
Dalam keterangannya, Anne Purba, Vice President Public Relations PT KAI (Persero), mengemukakan, tahun ini, alokasi BBM subsidi yang pihaknya terima dari pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), sebanyak 209.809 KL.
“Alokasi BBM Subsidi 2025 itu lebih banyak 6,7 persen daripada tahun sebelumnya, yakni 196.653 KL,” tandas Anne Purba.
Mantan Vice President Corporate Secretary PT KAI (Persero) Commuter Line Indonesia (KCI) ini mengatakan,
Anne Purba menjelaskan pemanfaatan masifnya volume penyaluran BBM subsidi 2025 itu. Yaitu, ungkapnya, operasional kereta penumpang dan barang.
Detilnya, jelas Anne Purba, alokasi BBM Subsidi untuk kereta penumpang tetap terbanyak, yaitu 184.036 KL.
Alokasi terbanyak selanjutnya, ujar dia, yakni kereta barang peti kemas. Volumenya, sebut dia, 15.593 KL.
“Sebanyak 5.271 KL kami manfaatkan pada operasional kereta barang khusus komoditas semen,” tuturnya.
Pemanfaatan selanjutnya, tukas Anne Purba, yakni kereta barang komoditas parcel, sebanyak 3.996 KL. Sisanya sebanyak 913 KL, ucap dia, pihaknya manfaatkan untuk aktivasi kep barang komoditas klinker.
Lalu, wilayah kerja mana yang menerima alokasi BBM Subsidi paling berlimpah?
Anne Purba menjawab, bahwa alokasi BBM Subsidi 2025 terbanyak yaitu wilayah kerja PT KAI (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta. Volumenya, sahut Anne Purba, sebanyak 56.892 KL.
Penerima BBM subsidi 2025 terbanyak beriku, tambah Anne Purba, yakni PT KAI (Persero) Daop 8 Surabaya. “Alokasinya, 50.877 KL,” sebut Anne Purba.
Di belakangnya, lanjut Anne Purba, ada PT KAI (Persero) Daop 6. Wilayah kerja PT KAI (Persero) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu menerima BBM Subsidi 2025 sebanyak 21.909 KL.
Anne Purba mengemukakan, alokasi BBM Subsidi 2025 yang diterima PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung pun berlimpah. Volumenya, beber Anne Purba, sebanyak 18.969 KL.
Sedangkan wilayah kerja PT KAI (Persero) Daop 4 Semarang dan PT KAI (Persero) Daop 5 Purwokerto, imbuh Anne Purba, masing-masing menerima 15.182 KL serta 12.917 KL.
Sisanya, diterima tiga wilayah kerja selanjutnya, yaitu PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun, PT KAI (Persero) Daop 9 Jember, dan PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon.
“Ketiga wilayah kerja itu, masing-masing menerima alokasi sebanyak 6.756 KL, 6.482 KL, dan 5.191 KL,” urai Anne Purba.
Di wilayah Sumatera, kata Anne Purba, penerima alokasi BBM Subsidi 2025 terbanyak yakni PT KAI (Persero) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (Sumut),yakni 6.564 KL.
Dua wilayah Sumatera selanjutnya, yaitu PT KAI (Persero) Divre II Sumatera Barat (Sumbar) dan PT KAI (Persero) Divre III Palembang, berhak memanfaatkan BBM Subsidi 2025 masing-masing 2.779 KL serta 2.413 KL.
“Sedangkan alokasi BBM Subsidi 2025 yang bisa dimanfaatkan PT KAI (Persero) Divre IV Tanjungkarang sebanyak 2.634 KL,” tambah dia.
Sisanya, beber Anne Purba, yakni sebanyak 244 KL, menjadi jatah Balai Pengelola Kereta Api (BPJS) Sulawesi Selatan.
Selain kereta penumpang dan barang beragam komoditas, imbuh Anne Purba, pihaknya juga memanfaatkan kuota BBM Subsidi 2025 sebagai penunjang pengembangan networking transportasi. Semisal, ujarnya, kereta perintis Makassar-Parepare.
“Tentunya, kami berkomitmen memanfaatkan kuota BBM subsidi 2025 itu secara optimal dan tetap menerapkan prinsip GCG (Good Corporate Governance) agar pelayanan kepada masyarakat tetap prima,” tutupnya.
