KESATU.CO – BANDUNG, Bergulirnya program pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) demi terakselerasi dan tercapainya agenda Net Zero Emission (NZE) apda 2060, pemerintah terus mengebut rencananya membentuk ekosistem kendaraan listrik.
Satu upaya akselerasi pembentukan ekosistem kendaraan listrik yakni hadirnya manufaktur raksasa otomatif asal Korea Selatan (Korsel), Hyundai Motor Company.
Melalui PT Hyundai LG Indonesia (HLI), secara resmi, Hyundai Motor Company mengaktifkan manufkaturnya yang berlokasi di Jabar, tepatnya Kabupaten Karawang setelah diresmikan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Dalam pernyataannya, Jokowi, sapaan akrab Presiden Republik Indonesia kedelapan ini, menyatakan, manufaktur Green Power itu merupakan proyek kolaborasi Indonesia-Korsel. Fasilitas produksi tersebut ini memproduksi sel baterai pertama dan terbesar di Asia Tenggara.
“Kehadirannya mendukung terbentuknya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Selain itu, juga menjadi komitmen Indonesia untuk turut tampil sebagai pemain global ekosistem EV (Electric Vehicle) dan cell battery,” kata mantan Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta itu.
Suksesor Presiden Republik Indonesia ke-enam, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), ini optimistis, berbekal melimpahnya Sumber Daya Alam (SDA), plus semangat hilirisasi, Bumi Nusantara bisa berkompetisi secara global.
“Tambangnya ada di sini, nikelnya ada di sini, bauksitnya ada di sini, tembaganya ada di sini. Ada smelter, masuk katode, precursor kemudian masuk EV baterai. Pabrik mobilnya juga ada di sini,” papar Jokowi.
Inkyo Cheong, Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel, menilai aktivasi manufaktur itu membuktikan bahwa Indonesia dan Negeri Ginseng menjalin sinergi yang harmonis.
Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero), menyatakan kesiapan dan keseriusan jajarannyaguna mengakselerasi terbentuknya ekosistem kendaraan listrik di tanah air.
Bukti keseriusan itu, tuturnya, pihaknya menjadi prnyedia dan pemasok energi listrik listrik bagi industri-industri pendukung ekosistem kendaraan listrik.
“Umpamanya, smelter, mineral, termasuk manufaktur baterai EV yang diresmikan Bapak Presiden,” kata Darmawan Prasodjo.
Khusus bagi manufaktur HKI Green Power, beber Darmawan Prasodjo, pihaknya memasok energi listrik berdaya 48.485 Kilo Volt Ampere (kVA).
Bukti lainnya, imbuhnya, pihaknya berkolaborasi dengan berbagai kita berkenaan dengan aktivasi fasilitas infrastruktur pendukung RV, seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Stasiun Penukaran Baterai Listrik Umum (SPBKLU), dan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).
Secara total, dalam perkembangannya, sebut Darmawan Prasodjo, saat ini, pihaknya mengoperasikan 1.470 SPKLU di berbagai wilayah Indonesia.
Tidak itu saja, tukasnya, pihaknya juga mengaktivasi 2.182 SPBKLU dan 9.886 SPLU.
Selanjutnya, sahut Darmawan Prasodjo, pihaknya menerapkan skema pelayanan berbasis digital, yakni aplikasi PLN Mobile. Fitur Electric Vehicle, yang terdapat pada PLN Mobile. (*)
