KESATU.CO – BANDUNG, Bagi sektor transportasi publik, setiap tahunnya, ada beberapa momen krusial yang sangat berpotensi membuat permintaan bertambah. Satu di antaranya adalah Idul Fitri.
Karena itu, sebagai korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor transportasi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) pasang kuda-kuda demi terlayani dan terpenuhinya kebutuhan transportasi masyarakat pada momen Idul Fitri 2025.
Dalam keterangannya, Anne Purba, Vice President Public Relations PT KAI (Persero), menyampaikan, pada momen Idul Fitri 2025, agar kebutuhan transportasi masyarakat terlayani secara optimal dan sempurna, pihaknya menyediakan 2,87 juta lembar tiket perjalanan kereta jarak jauh reguler.
Bahkan, tegas Anne Purba, pihaknya pun menyiapkan kereta ekstra alias tambahan demi terlayaninya permintaan dan kebutuhan transportasi masyarakat pada momen sakral bagi umat Muslim tersebut.
Namun, Anne Purba belum mengungkap berapa banyak rangkaian kereta tambahan pada momen Idul Fitri 2025. Dia mengatakan, aktivasi kereta tambahan itu bergantung pada perkembangan situasi, kondisi, dan kebutuhan.
Mantan Vice President Corporate Secretary PT KAI (Persero) Commuter Line Indonesia (KCI) tersebut menjelaskan, sejatinya, pemesanan tiket perjalanan Idul Fitri tahun ini berlangsung sejak 4 Februari 2025 untuk keberangkatan 21 Maret 2025 atau H-10 Idul Fitri 2025.
Sedangkan keberangkatan 22 Maret 2025, alias H-9 Idul Fitri 2025, lanjut Anne Purba, pemesanannya pada 5 Februari 2025 dan seterusnya hingga perjalanan 11 April 2025 atau H+10 Idul Fitri tahun ini.
Khusus momen Idul Fitri 2025, kata dia, ada beberapa kereta reguler yang menjadi favorit serta primadona masyarakat yang pemesanan tiketnya mulai banyak terpesan.
Antara lain, sahutnya, Kahuripan, Kutojaya Selatan, Serayu, Airlangga, Bengawan, Blambangan Ekspres Tegal Bahari, Sawunggalih, dan Majapahit.
Pada sisi lain, agar seluruh perjalanan kereta pada Masa Angkutan Idul Fitri 2025, yakni 21 Maret-11 April 2025 berlangsung aman, lancar,cdan kondusif, ungkap Anne Purba, secara rutin , pihaknya melakukan pengecekan dan perawatan sarana serta prasarana. Termasuk, sahutnya, pengecekan teknis dan operasional lokomotif beserta rangkaiannya.
Tidak itu saja, tambah Dicky Anne Purba, pihaknya juga mengecek dan memantau titik-titik berkatagori Daerah Pengawasan Khusus (,Dapsus).
“Kami juga menyiagakan tim dan personil yang bersiaga 24 jam. Selain itu, kami juga menyiapkan berbagai peralatan untuk menangani beragam kendala yang bisa mengganggu atau menghambat perjalanan,” paparnya. (win/*)
