KESATU.CO – BANDUNG, Setiap korporasi, utamanya, yang berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tentunya senantiasa mencanangkan performa dan kinerja mentereng.
Sama halnya dengan industri perbankan Merah Putih yang satu ini, PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk (Persero).
Buktinya, korporasi perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) itu menambah pundi-pundi kekayaannya.
Indikatornya, hingga berakhirnya periode 2024, perbankan berkode emiten BBNI tersebut membukukan laba bersih bernilai masif, Ro21,54 triliun.
Perolehan laba bersih PT BNI Tbk (Persero) hingga triwulan IV 2024 tersebut lebih banyak 2,87 persen daripada pencapaian akhir 2023.
Kepada media dalam Press Conference Paparan Kinerja BNI Fiscal Year 2024, Royke Tumilaar, Direktur Utama PT BNI Tbk (Persero), mengatakan, ada hal yang menopang perolehan laba bersih korporasi perbankan pelat merah itu.
Antara lain, ujar dia, berkat implementasi transformasi digital. Strategi itu, tuturnya, memperbanyak volume tabungan 11 persen secara tahunan yakni menjadi Rp258 triliun
Penopang berikutnya, ungkap Royke Tumilaar, yaitu non-interest income alias pendapatan non-bunga.
Perolehan pendapatan non-bunga PT BNI Tbk (Persero) hingga Desember 2024 bertambah 11,9 persen secara tahunan. Posisinya menjadi Rp24,04 triliun.
Sedangkan perolehan Net Interest Income (NII) PT BNI Tbk (Persero) hingga Desember 2024 berada pada level Rp40,48 triliun.
Penyokong perolehan laba bersih PT BNI Tbk hingga akhir tahun lalu yakni penyaluran kredit atau pembiayaan.
Baca Juga: Jum’at Berkah, Om Zein Berbagi Makan Siang Gratis untuk Penunggu Pasien di RS Bayu Asih Purwakarta
Hingga 2024, perbankan milik pemerintah tersebut menggelontorkan kredit bernilai Sultan.
Nominalnya bertambah 11,6 persen secara tahunan, melampaui rata-rata perbankan nasional yang menggelat 10,39 pesen atau menjadi Rp775,37 triliun.
Bagaimana soal pengelolaan dana?
Hingga akhir 2024, PT BNI Tbk (Persero) mengelola Dana Pihak Ketiga (DPK) bernilai Rp805, 51 triliun. (win/*)
