KESATU.CO, PURWAKARTA – Suasana Pasar Beringharjo, Yogyakarta mendadak riuh dan penuh sesak. Kepopuleran Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), ternyata telah meluas hingga ke luar tanah Pasundan.
Saat mampir ke pasar legendaris di Jogja tersebut, KDM langsung dikepung oleh warga dan pedagang yang antusias ingin bersalaman serta berfoto bersama.
Di tengah suasana yang berdesakan itu, momen haru sekaligus spontan terjadi. KDM kembali menunjukkan jiwa sosialnya yang tinggi saat bertemu dengan seorang ibu paruh baya berstatus janda.
Kepada KDM, ibu tersebut mencurahkan isi hatinya yang sedang kebingungan karena sang anak yang berhasil kuliah di Jurusan Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) terancam terkendala biaya.
Ibu tersebut mengaku tidak mampu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp3,5 juta.
Momen Spontan KDM Panggil Om Zein di Tengah Kerumunan
Mendengar keluhan menyentuh hati dari sang ibu, jiwa penolong KDM langsung terketuk. Tanpa berpikir panjang, ia langsung memanggil Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein, yang saat itu sedang mendampinginya di Pasar Beringharjo.
KDM seketika memerintahkan Om Zein untuk memberikan bantuan langsung tunai kepada ibu janda tersebut agar sang anak bisa terus melanjutkan studinya di kampus bergengsi UGM.
Langkah cepat ini langsung memecah ketegangan dan membawa kelegaan luar biasa bagi sang ibu.
Sanksi Unik untuk Om Zein Akibat Polemik Lagu “Lalaki Langit Lalanang Bejad”
Usut punya usut, aksi turun tangan Om Zein memberikan bantuan ini ternyata merupakan bagian dari sanksi atau “hukuman” yang sedang dijatuhkan oleh KDM kepadanya.
Belakangan ini, Om Zein memang tengah menjadi sorotan publik akibat karya lagu ciptaannya yang berjudul “Lalaki Langit Lalanang Bejad” menuai polemik dan pro-kontra di tengah masyarakat.
Dikutip oleh Tim Redaksi Kesatu.co dari unggahan video di akun TikTok pribadi milik Om Zein, KDM memberikan klarifikasi langsung mengenai polemik lagu tersebut sekaligus menjelaskan alasan di balik sanksi unik yang ia berikan kepada Om Zein.
“Sebenarnya lagunya menceritakan diri sendiri, dia tidak menghina siapapun. Cuma ada orang yang salah pemahaman dan tidak mengerti. Tetapi, tetap harus dihukum, disanksi harus memberi bantuan kepada anak yang ibunya berstatus janda,” ujar KDM dengan gaya khasnya yang tegas namun tetap humanis.
Daripada memberikan sanksi yang tidak produktif, KDM memilih memanfaatkan momen ini untuk memberikan edukasi sekaligus dampak sosial nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Tangis Haru dan Senyum Bahagia Seorang Ibu di Beringharjo
Raut wajah cemas dan sedih yang sebelumnya menggelayuti sang ibu seketika sirna. Air matanya berubah menjadi binar kebahagiaan saat Om Zein menyerahkan sejumlah uang tunai untuk melunasi biaya kuliah anaknya di Teknik Kimia UGM.
Dengan penuh semangat dan rasa syukur yang mendalam, ibu tersebut langsung menyampaikan rasa terima kasihnya atas kebaikan yang ia terima secara tidak terduga di tengah pasar.
“Terima kasih Om Zein!” seru ibu tersebut dengan nada suara gembira dan penuh haru.
Aksi nyata ini menjadi bukti bagaimana sebuah polemik bisa diubah menjadi berkah bagi orang lain jika disikapi dengan bijak dan penuh rasa kemanusiaan.
Di akhir video, Om Zein pun menyimpulkan momen penuh kesan tersebut dengan sebuah kalimat yang menyentuh.
“Pasar Beringharjo Jogja punya cerita, KDM dan Om Zein membuat janda ceria,” tutur Om Zein sambil tersenyum.
Momen hangat di Yogyakarta ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial tidak mengenal batas wilayah, dan kepemimpinan yang solutif selalu dinantikan oleh masyarakat di mana pun berada.***
