KESATU.CO – Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam memajukan UMKM ke kancah internasional terus membuahkan hasil. Salah satu sukses story datang dari PT Semeru Sumber Rejeki, produsen minuman herbal Kamandalu Ashitaba yang kini semakin percaya diri membidik pasar global.
Minuman herbal Kamandalu Ashitaba diolah dari tanaman Ashitaba atau Seledri Jepang, yang kaya manfaat kesehatan. Produk ini dibudidayakan secara alami di lereng Gunung Semeru, Poncokusumo, Malang, dengan kualitas tanaman yang mampu tumbuh lebih besar dibandingkan varietas Ashitaba di Jepang.
Grace Mamahit, distributor Kamandalu Ashitaba, mengungkapkan bahwa Ashitaba berbeda dengan seledri biasa.
Baca Juga: BRI Salurkan KUR Rp42,23 Triliun, UMKM Jadi Prioritas 2025
Ashitaba merupakan tanaman big celery. Familinya seledri tapi bukan seledri untuk bakso ya, tapi big celery, jadi seledri yang besar-besar. Jika di Jepang Ashitaba tumbuh sekitar 70 hingga 80 centimeter, di Kabupaten Malang justru mampu mencapai tinggi satu hingga dua meter,” jelasnya.
Grace menambahkan, manfaat Ashitaba telah dirasakan langsung oleh Roy Pudyo Febrianto, Direktur PT Semeru Sumber Rejeki. Pengalaman pribadi itu menjadi motivasi utama dalam pengembangan produk ini.
Baca Juga: 1,2 Juta AgenBRILink Jangkau 88 Persen Wilayah Indonesia, Layanan Keuangan BRI Tembus Pelosok Negeri
“Sebelumnya, beliau memiliki berat badan hampir 100 kilogram dan mulai mengubah pola makan serta gaya hidup, termasuk rutin mengonsumsi Ashitaba. Pengalaman tersebut membuat beliau merasakan langsung manfaatnya, sehingga kami yakin manfaat Ashitaba ini dapat dirasakan oleh lebih banyak orang,” tutur Grace.
Selain berfokus pada manfaat kesehatan, Kamandalu Ashitaba juga mengusung prinsip sustainability. Semua bahan baku dan kemasan, termasuk pouch tea bag dari serabut jagung, ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.
Baca Juga: Bupati Purwakarta Om Zein Komitmen Berantas Pungli dan Percaloan Tenaga Kerja
Partisipasi Kamandalu Ashitaba dalam ajang BRI UMKM EXPO(RT) 2025 yang digelar di ICE BSD City menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar. Dalam acara tersebut, mereka bertemu dengan calon mitra dari berbagai negara, membuka peluang ekspor ke pasar diaspora Indonesia dan internasional.
“Kami berharap produk Ashitaba ini juga dapat dikenal lebih luas, termasuk oleh masyarakat diaspora di berbagai negara,” tambah Grace.
Baca Juga: Investor BBRI Sumringah! Dividen Final Rp31,4 Triliun Cair ke Rekening
Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menegaskan bahwa BRI secara konsisten mendorong UMKM untuk naik kelas dan memperluas akses pasar global.
“Keikutsertaan Kamandalu Ashitaba dalam BRI UMKM EXPO(RT) menjadi bukti nyata bahwa UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global, termasuk di sektor produk herbal berkualitas. BRI terus mendorong UMKM agar mampu meningkatkan daya saing melalui berbagai dukungan mulai dari pembiayaan, pelatihan, hingga perluasan akses pasar. BRI optimistis produk-produk unggulan seperti Ashitaba dapat menjadi representasi kekuatan UMKM nasional di kancah internasional,” ujar Hendy.
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendorong UMKM naik kelas, BRI sukses menyelenggarakan BRI UMKM EXPO(RT) 2025 yang telah berlangsung pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025 lalu di ICE BSD City.
Acara ini menarik antusiasme tinggi dengan kehadiran lebih dari 69 ribu pengunjung, mencatatkan transaksi senilai lebih dari Rp40 miliar, serta menghasilkan kontrak ekspor sebesar USD 90,6 juta atau sekitar Rp1,5 triliun. Inisiatif ini mempertegas peran BRI dalam membuka peluang lebih luas bagi UMKM untuk menembus pasar internasional.***
