KESATU.CO – Langkah konkret untuk memperkuat fondasi industri kopi nasional kembali ditunjukkan melalui deklarasi Kumpulan Akademi Kopi Indonesia (KAKI) dalam ajang Allfood 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten. Inisiatif ini menjadi sinyal kuat bahwa pengembangan sektor kopi Indonesia kini mulai diarahkan pada pembenahan sistemik, tidak sekadar bertumpu pada kualitas produk semata.
Deklarasi tersebut digagas oleh Perkumpulan Profesional dan Inovator Kopi Indonesia (PaPIKI) sebagai upaya memperkuat ekosistem pendidikan, sertifikasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di industri kopi. Pembentukan KAKI juga melibatkan sejumlah pelaku industri, di antaranya Sherley dari Rasa Group dan Darwin Jasmin dari Awi Coffee.
Ketua Umum PaPIKI, Steve Ganiputra Hidayat, menegaskan bahwa tantangan utama industri kopi Indonesia saat ini bukan terletak pada produk, melainkan pada sistem pendukung yang belum sepenuhnya terintegrasi.
“Industri kopi Indonesia tidak kekurangan produk hebat. Yang dibutuhkan adalah sistem—pendidikan yang terstruktur, sertifikasi yang diakui, dan kolaborasi nyata antara industri, distribusi, dan pembiayaan,” ujar Steve dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, kehadiran KAKI diharapkan mampu menjadi penghubung antar pemangku kepentingan yang selama ini berjalan sendiri-sendiri. Dengan adanya wadah ini, berbagai elemen seperti pemerintah, lembaga sertifikasi, pelaku industri, hingga komunitas bisnis dapat bersinergi dalam satu kerangka pengembangan yang lebih terarah.
Momentum deklarasi ini juga dinilai strategis karena mempertemukan berbagai pihak dengan visi yang sama, yakni membangun industri kopi nasional yang lebih terstruktur, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk membawa kopi Indonesia naik kelas di pasar global.
Steve menambahkan, tanpa sistem yang kuat, potensi besar yang dimiliki kopi Indonesia berisiko tidak berkembang secara maksimal. Oleh karena itu, KAKI hadir sebagai solusi untuk menjawab kebutuhan akan standarisasi yang lebih jelas dan terukur.
“Kalau ingin naik kelas secara global, kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. KAKI adalah langkah bersama untuk membangun ekosistem yang lebih kuat, terintegrasi, dan siap menghadapi masa depan,” katanya.
Dengan terbentuknya KAKI, diharapkan industri kopi Indonesia tidak hanya unggul dari sisi cita rasa, tetapi juga memiliki sistem pendidikan dan sertifikasi yang mampu bersaing di tingkat internasional. Upaya ini sekaligus menjadi pijakan penting dalam menciptakan keberlanjutan industri yang memberikan nilai tambah bagi seluruh rantai pasok, dari hulu hingga hilir.
