KESATU.CO – BANDUNG, Melayani konsumen secara prima dan sempurna merupakan hal krusial bagi setiap korporasi. Namun, agar pelayanan tetap optimal, tentunya, butuh faktor pendukung yang juga prima, semisal keberadaan sejumlah fasilitas.
Karenanya, sebagai korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor Public Service, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) berupaya memperkuat dan menyempurnakan berbagai fasilitas agar pelayanan transportasi kepada masyarakat tetap prima.
Cara terbaru PT KAI (Persero) menyempurnakan berbagai fasilitas agar pelayanan transportasi kepada masyarakat tetap prima yaitu berjabat tangan dengan industri perkeretaan asal Tiongkok, China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Qingdao Sifang Company Limited (Ltd) dan korporasi BUMN lainnya, PT Industri Kereta Api (INKA) (Persero).
Resminya jalinan kerjasama trio industri perkeretaan itu setelah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh tiga petinggi perusahaan tersebut di Qingdao, China, belum lama ini.
Yaitu John Robertho, selalu Direktur Perencanaan Strategis dan Pengelolaan Sarana PT KAI (Persero). Lalu, Roppiq Lutzfi Azhar yang menjabat Direktur Pengembangan PT INKA (Persero).
Kemudian, dan Presiden CRRC Qingdao Sifang Company Ltd, Ma Lijun.
Dalam keterangannya, Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Menteri BUMN, yang turut menjadi saksi penandatanganan MoU itu, mengemukakan, ada beberapa aspek dalam kerja sama dengan CRRC Qingdao Sifang Company Ltd.
Antara lain, sebut Kartika Wirjoatmodjo, pengadaan bagi PT KAI (Persero), yang berupa Kereta Rel Listrik (KRL) dan PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC).
“Termasuk, maintenance (perawatan) kereta,” katanya.
Baca Juga: Para Ahli Berbagi Pengetahuan di Pelatihan Pendamping Proses Produksi Halal LP3H Jabar
Selain itu CRRC Qingdao Sifang Company Ltd pun turut andil dalam hal pengadaan Autonomous Rail Transit (ART) di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Anne Purba, Vice President Public Relations PT KAI (Persero), menambahkan, kerja sama dengan CRRC Qingdao Sifang Company Ltd dan PT INKA (Persero) ini untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat yang terus bertambah.
Anne Purba mengungkap bukti bertambahnya volume penumpang kereta. Pada triwulan pertama 2024, kata Anne Purba, pihaknya melayani 11.379.196 orang penumpang.
“Penumpang kereta jarak jauh yang paling banyak jumlahnya, yakni 9.778.231 orang. Sisanya, sebanyak 1.600.965 orang adalah penumpang kereta lokal,” beber Anne Purba.
Volume penumpang selama Januari-Maret 2024 itu, sahutnya, lebih banyak 11 persen daripada periode sama tahun sebelumnya, yakni sebanyak 10.252.247 orang.
Karena itu, tegas dia, melalui kolaborasi tersebut, pihaknya optimistis fasilitas perkeretaan semakin kuat. Tidak itu saja, pelayanan, termasuk keamanan dan kenyamanan perjalanan pun semakin sempurna. (*)
