KESATU.CO – BANDUNG, Tidak pelak lagi, Usaha Mikro-Kecil-Menengah (UMKM) merupakan sektor ekonomi yang krusial. Pasalnya, selain bisa lebih menggerakkan perekonomian daerah, juga sanggup memfasilitasi ketersediaan peluang kerja.
Karena itu, banyak korporasi yang serius menggarap UMKM. Satu di antaranya, korporasi perbankan berlabel Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk (Perseroda) alias bank bjb.
Bukti bahwa perbankan yang bermarkas di Jalan Naripan Bandung tersebut punya keseriusan menggairahkan UMKM tercermin pada kesiapan mereka menyukseskan program pembiayaan pemerintah yang terbalut dalam Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Kami sangat berkomitmen untuk terus mendukung berkembangnya UMKM sehingga sektor itu lebih berdaya saing. Di antaranya melalui penyaluran KUR,” tandas Ayi Subarna, Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, dalam keterangannya
Pria berpostur tubuh jangkung inj meneruskan, KUR adalah sebuah program hasil rancangan pemerintah yang tujuannya membuka akses dan mempermudah skema pembiayaan bagi para pelaku UMKM.
Tahun ini, ungkap Ayi Subarna, agar UMKM lebih bergeliat, pemerintah tetap menggulirkan program KUR. Targetnya, ujar dia, yakni memperkuat eksistensi UMKM , baik secara kualitas maupun kuantitas.
Pada periode 2025, tutur Ayi Subarna, pemerintah menetapkan alokasi dana KUR bernilai jumbo, yakni Rp300 triliun. Dana penyaluran itu, kata Ayi Subarna, menyasar 3,51 juta debitur.
Terdiri atas, terang dia, debitur baru sebanyak 2,34 juta. Sisanya, sambung Ayi Subarna, sebanyak 1,17 juta debitur graduasi.
Sektor-sektor yang menjadi fokus penyaluran KUR tahun ini, sahut Ayi Subarna, yakni mayoritas, yaitu 60 persen, adalah yang bersifat produktif. Antara lain, ujarnya, perikanan, pertanian, perkebunan, dan industri pengolahan.
Ayi Subarna mengemukakan, agar skema penyaluran KUR tepat sasaran dan optimal, pada 24 Februari 2025, bersama beberapa Lembaga Jasa Keuangan (LJK), pihaknya bertemu dengan Kementerian Koperasi dan UMKM dalam sebuah rapar koordinasi yang cakupannya wilayah Banten, Jabar, dan Jateng,
Dalam rakor yang fokus pembahasannya berupa evaluasi pencapaian KUR, termasuk mengidentifikasi beragam permasalahannya, dan merumuskan sejumlah strategi, Ayi Subarna menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk memperluas akses pembiayaan dan permodalan bagi UMKM.
“Rakor itu juga membahasa pemerkuatan dan penyempurnaan skema pembiayaan agar lebih sesuai dengan kebutuhan spesifik segmen UMKM,” kata Ayi Subarna.
Tentunya, tegasnya, agar program KUR sukses dan optimal, pihaknya melakukan sejumlah inisiatif strategi dan inovasi. Misinya, ujarnya , agar penyaluran KUR lebih efektif, tepat sasaran, dan optimal sehingga sektor UMKM lebih produktif serta berkembang.
Satu caranya, beber dia, melalui pemerkuatan literasi dan edukasi plus pendampingan bagi para pelaku UMKM.
Pasalnya, aku Ayi Subarna, hingga kini, masih ada beberapa hal yang menjadi kendala program KUR. Misalnya, sebut dia, penyaluran yang belum merata di beberapa daerah. Hal itu terjadi karena masih minimnya literasi, edukasi, dan pemahaman masyarakat tentang persyaratan pembiayaan KUR.
Kiat lainnya, tambah Ayi Subarna, pihaknya, yang selama 2024 menyalurkan KUR kepada beberapa sektor, semisal perdagangan, perikanan, pertanian, termasuk industri kreatif, juga berkolaborasi dengan sejumlah pihak, tidak terkecuali pemerintah dan sejumlah LJK.
Secara rutin, imbuh dia, perbankan pelat merah ini pun mengevaluasi dan memonitor penyaluran KUR sehingga lebih efektif dan tepat sasaran.
Tidak hanya KUR, sahut Ayi Subarna, pihaknya juga punya jurus lain untuk lebih menggeliatkan UMKM. Yakni, ucapnya, melalui skema pelayanan perbankan berbasis teknologi digital.
Ayi Subarna mengklaim bahwa penerapan pelayanan berbasis teknologi digital juga bisa menyokong kelancaran penyaluran KUR.
“Teknologi digital mempermudah dan memperlancar UMKM memproses pengajuan pembiayaan, termasuk KUR,” klaim Ayi Subarna. (win/*)
