KESATUCO – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui DKUKM terus menguatkan peran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai kunci peningkatan nilai dan daya saing produk UMKM.
Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi fasilitasi HKI yang menyasar pelaku usaha mikro di berbagai wilayah. Program ini diharapkan mampu mendorong UMKM agar lebih siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Kepala DKUKM Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, menegaskan bahwa HKI memiliki manfaat besar, tidak hanya dari sisi perlindungan hukum, tetapi juga dalam meningkatkan nilai ekonomi produk.
Baca Juga: Pakan, Kesehatan dan Gaji Terjamin: Kebun Binatang Bandung dalam Kondisi Aman
“HKI memberikan perlindungan sekaligus nilai tambah. Produk yang memiliki legalitas akan lebih dipercaya pasar dan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang,” ujarnya.
Menurutnya, kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya HKI masih perlu ditingkatkan. Padahal, perlindungan terhadap merek dan karya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha.
“Kami ingin pelaku UMKM di Sukabumi lebih memahami bahwa legalitas usaha adalah fondasi untuk tumbuh dan naik kelas,” katanya.
Baca Juga: Diskominfo Tertibkan Kabel Semrawut, Rapikan 41 Titik Sepanjang 2026
Ia menjelaskan, penguatan UMKM harus dimulai dari hal mendasar seperti branding, yang kemudian diperkuat dengan perlindungan hukum melalui HKI.
“Produk harus punya identitas yang kuat agar mudah dikenali. Setelah itu, HKI berperan melindungi nilai komersialnya,” jelasnya.
Selain itu, Sri Hastuty memastikan bahwa proses pengajuan HKI kini semakin mudah dan terjangkau bagi pelaku usaha, sehingga tidak ada lagi alasan untuk menunda pendaftaran.
Baca Juga: Dari Dapur MasterChef ke Panggung Prestasi: Alumni LPT Panghegar Buktikan Kualitas
“Sekarang aksesnya sudah lebih mudah. Kami dorong UMKM untuk segera memanfaatkan fasilitas ini,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, DKUKM optimistis UMKM di Kabupaten Sukabumi dapat tumbuh lebih mandiri, inovatif, dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
Sementara itu, salah satu peserta sosialisasi, Nazla, mengaku mendapatkan pemahaman baru terkait pentingnya perlindungan usaha.
“Kegiatan ini sangat membuka wawasan kami. Jadi lebih paham bagaimana melindungi produk melalui HKI,” tuturnya.
