KESATU.CO – BANDUNG, Seiring dengan tibanya musim hujan, tentunya, membuat banyak pihak mewaspadai dan bersiaga penuh mengantisipasi terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, tanah bergerak, dan lainnya.
Kewaspadaan dan kesiapsiagaan 100 persen untuk mengantisipasi, meminimalisir, dan menangani dampak bencana hidrometeorologi pun dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero).
Caranya, memonitor dan mewaspadai titik-titik rawan bencana hidrometeorologi.
Berkat kesiapsiagaan itu pula, PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung bergerak cepat dan sigap menangani sekaligus menormalisasi tanah bergerak yang terjadi pada petak jalan Sukatani-Ciganea Kilo Meter (KM) 115+2, apea 19 November 2024 sekitar pukul 18.00 WIB.
“Benar, petak jalan Sukatani-Ciganea Kabupaten Purwakarta mengalami gogosan (tanah bergerak) sepanjang 10 meter,” tandas Ayep Hanapi, Manager Hubungan Masyarakat PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung.
Akan tetapi, kata Ayep Hanapi, perjalanan kereta tetap normal. Pasalnya, petak jalan itu berskema double track.
Jika dari arah timur (Bandung), jelas Ayep gogosan itu, melanda jalur kereta sebelah kanan. Karena double track, kata Ayep Hanapi, perjalanan kereta yang menuju barat memanfaatkan jalur rel kiri. Jalur itu pun, ucapnya dimanfaatkan kereta yang melaju menuju timur.
Meski demikian, tegas Ayep Hanapi, pihaknya tetap bergerak cepat menormalisasi jalur yang mengalami gogosan.
Dikomandoi Executive Vice President PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung, Dicky Eka Priandana dam Deputy PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung, Rangga Putra Maulana, secara langsung, para petugas melakukan berbagai teknik normalisasi.
Baca Juga: Riwayat Ratusan Bank Tamat Selama Dua Dekade Terakhir, BPR Terbanyak
Antara lain, jelas Ayep Hanapi, mengarahkan arus air menjauhi jalur rel. Selain itu, sambung dia, memperkuat jalur melalui pemasang rel bendel sepanjang 12 meter sehingga jalur itu lebih kuat.
Akhirnya, sahutnya, berkat kerja keras itu, pada 20 November 2024 pukul 16 30 WIB, jalur kereta yang mengalami gogosan dalam kondisi aman dan normal.
“Commuter Line Purwakarta (PLB 387) menjadi rangkaian kereta pertama yang melintasi petak jalur yang mengalami gogosan tersebut
Kesigapan, kedekatan, dan reaksi cepat melakukan normalisasi jalur yang mengalami gogosan itu, tegas Ayep Hanapi, merupakan bagian pelayanan prima
Tidak itu saja, imbuh mantan mantan Manager Hubungan Masyarakat PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon ini juga membuktikan komitmen jajarannya untuk senantiasa membuat seluruh perjalanan kereta tetap aman, nyaman, lancar, dan kondusif. (win)
