KESATU.CO – Pameran otomotif GIIAS Bandung 2025 resmi digelar untuk ketiga kalinya. Ajang yang menghadirkan lebih dari 20 peserta lintas industri ini dinilai menjadi bukti optimisme industri otomotif Indonesia di tengah tantangan global.
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara GAIKINDO, Anton Kumonty, menyebut Jawa Barat memiliki peran penting dalam investasi otomotif nasional. “Posisi ini menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan. Kehadiran GIIAS Bandung bagian dari komitmen kami untuk terus memberi dorongan, informasi, dan edukasi tentang industri otomotif,” katanya, Rabu (01/10/2025)
Menurut Anton, antusiasme pengunjung serta capaian transaksi di rangkaian GIIAS tahun ini, mulai dari BSD, Surabaya, hingga Semarang, menunjukkan minat masyarakat masih tinggi. “Ini indikasi positif bahwa industri otomotif Indonesia akan kembali bangkit dan memberi kontribusi nyata bagi perekonomian nasional,” ujarnya.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), Setia Diarta, menegaskan potensi Indonesia sebagai pusat manufaktur. “Nilai Manufacturing Value Added kita pada 2024 mencapai 265 miliar dolar AS, naik 4 persen dari tahun sebelumnya. Indonesia masuk 15 besar dunia dan nomor satu di ASEAN, hampir dua kali lipat dari Thailand,” jelasnya.
Ia menambahkan, Indonesia masih mencatat kepemilikan kendaraan rendah, 99 unit per seribu penduduk, jauh di bawah Malaysia atau Thailand. Namun, penjualan kendaraan domestik Indonesia tertinggi di ASEAN. “Pasar yang luas ini menjadi daya tarik investasi, transfer teknologi, dan perluasan produksi,” kata Setia.
Baca Juga: SUV HYBRID TERBARU BAIC BJ30 HADIR DI BANDUNG DENGAN HARGA KHUSUS SELAMA GIIAS 2025 – BANDUNG
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyebut GIIAS tak hanya menjadi pameran, tetapi juga sarana edukasi dan investasi. “Industri otomotif memberi dampak besar bagi ekonomi daerah. Hingga September 2025, pajak kendaraan dan bea balik nama menyumbang Rp6,5 triliun bagi Jawa Barat,” katanya.
Erwan menyebut Jawa Barat menjadi provinsi dengan penjualan mobil terbesar kedua nasional, menguasai 14,4 persen pasar. Ia juga mengungkap rencana pembangunan pabrik otomotif baru di kawasan utara Subang, dekat Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati.
“Mari kita jadikan GIIAS Bandung momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Industri otomotif bukan hanya soal kendaraan, tapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan,” ucapnya.
GIIAS Bandung 2025 menjadi ruang bagi industri untuk menunjukkan kesiapan menghadapi masa depan, sekaligus cermin besarnya potensi pasar otomotif nasional yang terus berkembang.
