KESATU.CO, PURWAKARTA – Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat efisiensi dan pembangunan infrastruktur dasar bagi masyarakat.
Di hadapan seluruh jajaran pejabat, mulai dari Kepala Dinas hingga Sekretaris Daerah (Sekda), Om Zein secara tegas menginstruksikan perubahan prioritas penggunaan anggaran daerah.
Fokus utamanya dialihkan sepenuhnya untuk perbaikan infrastruktur jalan serta pembenahan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan gedung sekolah yang terancam roboh.
Sikap tegas tersebut disampaikan langsung oleh Om Zein saat memberikan arahan kepada jajarannya. Ia mengilustrasikan kondisi riil masyarakat bawah yang butuh penanganan cepat dan nyata tanpa sekat birokrasi yang berbelit.
“Kira-kira kalau kita dihadapkan keadaan seperti itu, apa yang akan kita perbuat?” tanya Om Zein di depan para pejabat yang hadir.
Realita Ribuan Rumah Tidak Layak Huni
Sejak awal menjabat sebagai Bupati, Om Zein mengungkapkan bahwa dirinya langsung dihadapkan pada persoalan krusial. Terdapat setidaknya 10.650 unit rumah warga miskin di Purwakarta yang berada dalam kondisi tidak layak huni.
Banyak warga yang menyuarakan keluhan atas kerusakan tempat tinggal mereka. Hal ini mendesak pemerintah daerah untuk mengambil tindakan instan meski anggaran yang dimiliki relatif terbatas.
“Banyak warga sudah teriak berbagai kerusakan rumah yang dialami, ini harus diperbaiki meski faktanya uangnya seadanya,” tegas Om Zein.
Strategi Penghematan: Setop Rapat Hotel dan Perjalanan Dinas
Guna menyiasati keterbatasan anggaran, Om Zein mengambil keputusan berani berupa efisiensi belanja daerah secara komprehensif.
Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memangkas kegiatan sekunder yang dinilai membuang-buang anggaran negara.
Dalam arahannya, ia menegaskan beberapa poin efisiensi anggaran:
1. Penghentian Sementara Hibah: Penyaluran dana hibah distop sementara untuk dialokasikan pada sektor yang lebih mendesak.
2. Larangan Rapat di Hotel: Seluruh dinas dilarang menyelenggarakan rapat di hotel dan diwajibkan memanfaatkan fasilitas gedung pemerintah.
3. Penghapusan Perjalanan Dinas Tak Jelas: Memangkas biaya perjalanan dinas dan pos anggaran belanja OPD yang tidak memberikan dampak langsung kepada rakyat.
“Makanya Om Zein memohon maaf kepada Pak Sekda, Pak Sekda mau marah ke saya boleh, Kepala Dinas mau marah ke saya boleh. Yang pertama bagaimana hibah bukan tidak ada tapi disetop dulu.
Yang kedua kepada kepala OPD jangan lagi rapat di hotel, uangnya sayang mending kita pakai buat perbaiki rumah miskin dan perbaiki jalan rusak saja,” ujar Om Zein yang disambut tepuk tangan riuh para peserta rapat.
Capaian Pembangunan Jalan dan Rutilahu
Kebijakan pangkas anggaran ini terbukti membuahkan hasil nyata. Sejak awal kepemimpinannya, alokasi dana dari penghematan belanja daerah langsung disalurkan untuk perbaikan akses jalan dan perumahan warga.
Pada awal dilantik, Purwakarta memiliki statistik jalan rusak sepanjang kurang lebih 200 km. Melalui akselerasi perbaikan yang konsisten, saat ini sisa jalan rusak di Purwakarta berhasil dipangkas dan hanya menyisakan sekitar 80 km lagi.
Om Zein menargetkan penanganan sisa jalan rusak sepanjang 80 km tersebut akan tuntas sepenuhnya dalam kurun waktu 3 tahun ke depan.
Sementara itu, untuk program Rumah Tidak Layak Huni, penanganan bertahap terus dilakukan. Dari total awal 10.650 unit Rutilahu, kini tersisa 6.954 rumah yang masuk dalam antrean pembenahan secara bertahap.
“Kenapa kita harus menghemat dalam berbagai sektor yang dianggap bisa ditunda? Karena kita ingin membangun dan memperbaiki hal yang jauh lebih penting untuk rakyat,” pungkas Om Zein.***
