KESATU.CO, PURWAKARTA – Keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak di wilayah Kabupaten Purwakarta kembali mendapat respon cepat dari Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein.
Sikap tanggap ini dipicu oleh komentar salah seorang netizen di kolom komentar akun TikTok pribadi sang bupati.
Dalam unggahan tersebut, netizen menyuarakan aspirasinya mengenai sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan cukup parah dan sudah berlangsung lama tanpa ada perbaikan.
Jalur yang dikeluhkan meliputi kawasan Taringgul Landeuh, Taringgul Tongoh, Taringgul Tengah, hingga ke area Sukadami.
Warga mengeluhkan bahwa akses mobilitas harian mereka terganggu akibat lubang jalan yang membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua saat musim hujan.
Komitmen Perbaikan di Akhir Tahun
Menanggapi keluhan yang masuk di media sosialnya, Om Zein memberikan jawaban tegas sekaligus menenangkan masyarakat.
Ia memastikan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dan telah memasukkan penanganan jalan rusak dalam agenda prioritas pembenahan infrastruktur.
“Jangan khawatir, tunggu giliran, semua akan diperbaiki,” tegas Om Zein memberikan kepastian kepada warga Purwakarta.
Ia menambahkan bahwa target pembenahan dan perbaikan untuk seluruh ruas jalan rusak di wilayah Purwakarta diproyeksikan mulai direalisasikan pada akhir tahun ini.
Pemkab Purwakarta terus melakukan pemetaan dan pengalokasian anggaran agar pemerataan perbaikan jalan dapat menjangkau hingga ke tingkat desa.
Ajak Warga Budayakan ‘Ngosrek’ dan Jaga Lingkungan
Tidak hanya mengumandangkan komitmen perbaikan fisik jalan, Bupati Om Zein juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam merawat fasilitas publik. Menurutnya, ketahanan usia jalan sangat dipengaruhi oleh kebersihan lingkungan di sekitarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Om Zein menyelipkan pesan khasnya dengan mengajak masyarakat untuk rutin melakukan kegiatan ngosrek istilah lokal untuk aksi gotong royong membersihkan rumput liar dan saluran air.
“Jangan lupa Ngosrek, agar rumput tidak menutupi jalan, sampah tidak bikin saluran mampet,” tambah Om Zein.
Pesan ini disuarakan karena rumput liar yang dibiarkan memanjang dapat mengikis bahu jalan dan menyamarkan batas aman pengendara.
Sementara itu, tumpukan sampah yang menyumbat drainase menyebabkan air meluap ke badan jalan.
Genangan air hujan inilah yang kerap menjadi penyebab utama rusaknya lapisan aspal secara cepat.
Melalui kolaborasi antara langkah cepat pemerintah dalam perbaikan infrastruktur dan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, Pemkab Purwakarta optimistis kualitas jalan di wilayah Taringgul hingga Sukadami dapat segera pulih dan bertahan lama.***
