KESATU.CO, PURWAKARTA – Aksi cepat tanggap ditunjukkan oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein.
Sosok pemimpin yang dikenal responsif ini bergerak cepat untuk menyelamatkan dan memulangkan 10 orang warganya yang terlantar di kawasan pemukiman sekitar hutan Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.
Para warga tersebut merupakan perantau asal Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Nasib naas menimpa mereka setelah memutuskan mengambil pekerjaan dalam sebuah proyek pembangunan di wilayah Kalimantan Utara.
Harapan untuk mengadu nasib dan membawa pulang rezeki justru berubah menjadi ketidakpastian setelah hak gaji yang mereka terima tidak sesuai dengan kesepakatan awal dengan pihak penyedia kerja.
Awal Terungkapnya Kondisi Pekerja di Perantauan
Kondisi keprihatinan ini mencuat ke publik setelah sebuah rekaman video singkat beredar di media sosial. Dalam video tersebut, salah seorang perwakilan pekerja bernama Dadang Permana, warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Pasawahan, menyampaikan kondisi memprihatinkan yang dialaminya bersama sembilan rekan seprofesinya.
Dadang mengungkapkan bahwa posisi mereka saat itu berada jauh dari kawasan perkotaan, tepatnya di Desa Kujau, Kecamatan Betayau, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.
Terjebak dalam keterbatasan finansial akibat sistem pembayaran kerja yang tidak jelas, Dadang dan kawan-kawannya akhirnya memberanikan diri mengunggah video untuk meminta pertolongan langsung kepada orang nomor satu di Purwakarta.
“Saya warga Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, minta bantuannya kepada Bapak Bupati Purwakarta,” ujar Dadang dengan nada penuh harap dalam rekaman video tersebut.
Respons Cepat dan Pesan Edukatif Bupati Purwakarta
Video aduan masyarakat tersebut langsung mendapat perhatian serius dari Om Zein. Tanpa menunda waktu, Bupati Purwakarta ini segera menginstruksikan jajarannya untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di Kalimantan Utara guna memastikan keselamatan serta memfasilitasi kepulangan seluruh warga Pasawahan tersebut ke kampung halaman.
Sikap sigap ini membuktikan komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam melindungi keselamatan warganya, di mana pun mereka berada.
Om Zein menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam ketika mendapat laporan ada warga Purwakarta yang mengalami kesulitan hidup di tanah rantau.
Namun, di samping memberikan bantuan kemanusiaan secara langsung, Om Zein juga memberikan nasihat mendalam dan edukasi penting bagi seluruh masyarakat Purwakarta agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Pokoknya yang penting bisa pulang ya. 10 orang warga Purwakarta yang mengaku tidak jelas nasibnya di Kalimantan Utara, sabar, pasti Om Zein bantu untuk bisa pulang,” ungkap Om Zein menanggapi keluhan warganya.
Ia menekankan pentingnya kewaspadaan serta ketelitian bagi siapa saja yang ingin mencari nafkah di luar daerah. Om Zein mengingatkan agar calon pekerja perantauan selalu memastikan kejelasan ikatan kerja serta melaporkan keberangkatan mereka kepada pemerintah desa setempat.
“Lain kali jika akan kerja harus jelas dulu kontrak kerjanya ya, supaya tidak terulang lagi. Dan jangan lupa lapor dulu ke pemerintahan setempat sebelum berangkat kerja ke luar Purwakarta,” tegasnya.
Pentingnya Prosedur Kerja Aman bagi Warga Perantau
Kasus terlantarnya 10 warga Pasawahan di Tana Tidung menjadi pelajaran berharga bagi para pencari kerja. Imbauan Bupati Purwakarta menekankan dua hal krusial sebelum memutuskan bekerja di luar daerah:
1. Kejelasan Kontrak Kerja: Memastikan adanya kesepakatan tertulis mengenai besaran upah, hak fasilitas, serta jaminan keselamatan kerja secara transparan.
2. Pelaporan Administratif: Melaporkan rencana keberangkatan ke kantor desa atau Dinas Tenaga Kerja setempat agar pemerintah memiliki data resmi dan dapat memberikan perlindungan hukum serta memantau keberadaan warga.
Langkah cepat Om Zein dalam memulangkan 10 warga ini menuai apresiasi luas dari masyarakat. Kini, proses pemulangan para pekerja tersebut sedang ditangani oleh jajaran Pemkab Purwakarta agar mereka bisa segera berkumpul kembali bersama keluarga di Desa Tanjungsari, Pasawahan.***
