KESATU.CO – BANDUNG, Bagi setiap korporasi, perubahan struktur kepengurusan, terlebih yang berbendera Badan Usaha Milik Negara (BUMN), baik direksi maupun komisaris, adalah hal yang lumrah. Hal itu demi terciptanya performa dan kinerja yang lebih mentereng.
Karena itu, Kementerian BUMN memutuskan untuk merombak susunan direksi dan komisaris sejumlah korporasi Merah Putih. Tidak tanggung-tanggung, Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), merombak susunan komisaris dan direksi 17 korporasi BUMN.
Korporasi-korporasi yang mengalami perubahan susunan komisaris dan direksi itu menggarap bernagai sektor. Antara lain, transportasi massal, perbankan, energi listrik, minyak dan gas bumi (migas), infrastruktur, dan lainnya.
Lalu, korporasi BUMN mana saja yang susunan komisaris dan direksinya yang mengalami perubahan? Berikut daftarnya.
1. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero)
Susunan komisaris korporasi ketenagalistrikan ini mengalami perubahan. Erick Thohir menempatkan Burhanuddin Abdullah untuk menggantikan Agus Dermawan Wintarto Martowardojo.sebagai Komisaris Utama PT PLN (Persero). Nama lain yang masuk jajaran Komisaris PT PLN (Persero) yaitu Andi Arief yang berperan sebagai Komisaris Independen.
2. PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero)
Perubahan susunan direksi dan komisaris pun dialami PT KAI (Persero). Muali 5 Maret 2204, secara resmi, Erick Thohir memberi peran kepada Elen Setiadi sebagai Komisaris PT KAI (Persero).
Baca Juga: Luar Biasa, TAM Hadirkan Teknologi Baru nan Canggih: T-intouch 2.0, Apa Saja Fitur-fiturnya?
Lalu, Dadan Rudiansyah dan Rosma Handayani tampil sebagai bos baru PT KAI (Persero). Keduanya berperan sebagai Direktur Keselamatan dan Keamanan. PT KAI (Persero) menggantikan Sandry Pasambuna serta Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum PT KAI (Persero), yang sebelumnya dijabat Suparno.
Seiring dengan hal itu, Erick Thohir memberhentikan peran Riza Primadi yang selama beberapa tahun terakhir berposisi sebagai Komisaris Independen PT KAI (Persero).
3. PT Bank Mandiri Tbk (Persero)
Sama halnya dengan PT Bank Mandiri Tbk (Persero). Susunan komisaris dan direksi perbankan pelat merah ini pun berubah.
Susana Indah Kris Indriati tidak lagi masuk jajaran direksi. Begitu Juga dengan Andrinof A Chaniago dan Nawal Nely yang perannya sebagai komisaris PT Bank Mandiri Tbk (Persero) kini berakhir.
Erick Thohir memasukkan nama Zainudin Amali sebagai Wakil Komisaris Utama PT Bank Mandiri Tbk (Persero).
Mantan el Presidente peraih 19 gelar Scudetto Lega Calcio Seri A, Inter Milan, itu menempatkan Riduan sebagai Direktur Corporate Banking, PT Bank Mandiri Tbk (Persero). Kemudian, menjadikan Tedi Bharata, yang sebelumnya menjabat Deputi Bidang Manajemen SDM Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN, sebagai Komisaris.PT Bank Mandiri Tbk (Persero).
Jabatan Direktur Commercial Banking PT Bank Mandiri Tbk (Persero), yang selama ini diperankan Riduan, kini diisi sosok yang sebelumnya menjabat Senior Executive Vice President (SEVP) Commercial Banking PT Bank Mandiri Tbk (Persero), yaitu Totok Priyambodo.
Erick Thohir juga memberikan peran kepada Danis Subyantoro, yang sebelumnya menjabat SEVP Internal Audit PT Bank Mandiri Tbk (Persero), sebagai Direktur Manajemen Risiko PT Bank Mandiri Tbk (Peraero) menggantikan Ahmad Siddik Badruddin, yang kini, tampil menjadi Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero).
4. PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk (Persero)
Korporasi perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) ini pun mengalami perubahan susunan komisaris dan direksi.
Secara hormat, Kementerian BUMN menghentikan Susyanto sebagai Komisaris PT BNI Tbk (Persero). Posisinya diganti Mohamad Yusuf Permana.
Selanjutnya, Erick Thohir menugaskan Direktur Retail Banking PT BNI Tbk (Persero), Putrama Wahju Setyawan, sebagai Wakil Direktur Utama PT BNI Tbk (Persero) yang baru, menggantikan Adi Sulistyowati.
Posisi yang ditinggalkan Putrama Wahju Setyawan, kini diisi Corina Leyla Karnalies, yang sebelumnya menjabat Direktur Retail Banking PT BNI Tbk (Persero) dan meninggalkan posisi sebelumnya, Direktur Digital & Integrated Transaction Banking PT BNI Tbk (Persero).
Sosok berikut yang masuk jajaran direksi adalah Hussein Paolo Kartadjoemena, yang sebelumnya memeranlan SEVP of Corporate Development & Transformation PT BNI Tbk (Persero), kini bertugas sebagai Direktur Digital & Integrated Transaction Banking PT BNI Tbk (Persero) .
Erick Thohir juga menugaskan Agung Prabowo yang selama ini menjabat Sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama BNI Sekuritas, sebagai Direktur Wholesale & International Banking PT BNI Tbk (Persero), menggantikan Silvano Winston Rumantir
Kemudian, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PB PSSI) ini memberhentikan Muhammad Iqbal yang selama ini menjabat Direktur Institutional Banking PT BNI Tbk (Persero) ean menggantikannya oleh Munadi Herlambang, sebagai Direktur Institutional Banking PT BNI Tbk (Persero).
Munadi Herlambang adalah Sebelumnya menjabat sebagai Direktur Hubungan Kelembagaan PT Jasa Raharja (Persero).
Perubahan pada tubuh PT BNI Tbk (Persero) berikuo adalah pemberhentian Sis Apik Wijayanto sebagai Direktur Enterprise & Commercial Banking. Posisinya diisi I Made Sukajaya, yang sebelumnya berposisi sebagai SEVP Remedial & Recovery PT BNI Tbk (Persero).
5. MIND ID
Pada sektor tambanh, Erick Thohor mengubaj susunan komisaris MIND.ID. Yaitu, tampilnua Grace Natalie Louisa sebagai Komisaris MIND ID. menggantikan Jisman Parada Hutajulu.
Erick Thohir pun menugaskan Fuad Bawazier sebagai Komisari Utama MIND.ID dan Pamitra Wineka sebagai Komisaris Independen MIND.ID.
6. PT Perusahaan Gas Negara PGN Tbk
Perubahan susunan komisaris dan direksi juga dialami PT PGN Tbk. Sub-holding Gas PT Pertamina (Persero) itu punya beberapa nama baru yang menjadi komisaris dan direksi.
Yaitu Rachmat Hutama sebagai Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PT PGN Tbk menggantikan Beni Syarif Hidayat. Arief Kurnia Risdianto pun dipercaya Erick Thohir sebagai Direktur Manajemen Risiko PT PGN Tbk.
Dua nama lain yang masuk jajaran direksi yakni Fadjar Hariyanto Widodo sebagai Direktur Keuangan PT PGN Tbk dan Ratih Esti Prihatini yang menempati posisi Direktur Komersial PT PGN Tbk.
Pada posisi komisaris, Luky Alfirman dan Christian H. Siboro masih dipercaya Erick Thohir untuk menjabat Komisaris PT PGN Tbk serta Komisaris Independen PT PGN Tbk untuk periode kedua.
7. PT Timah Tbk
Perubahan yang terjadi pada tubuh PT Timah Tbk hanya susunan direksi. Erick Thohim menempatkan Dicky Octa Zahriadi dan Hendra Kusuma Wardana sebagai Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Tbk serta Direktur SDM PT Timah Tbk.
Kedua sosok itu menjadi suksesor Koko Wigyantoro dan Tigor Pangaribuan.
8. PT Surveyor Indonesia
Susunan direksi dan komisaris PT Surveyor Indonesia turut dirombak Erick Thohir memberikan tugas baru kepada mantan Direktur Keselamatan dan Keamanan. PT KAI (Persero), Sandry Pasambuna, yaitu menjadi Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, menggantikan M. Harris Witjaksono, yang menjadi suksesor Rosmanidar Zulkifli sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Surveyor Indonesia
Pada tataran komisaris, Erick Thohir menunjuk Wawan Sunarjo sebagai Komisaris Utama PT Surveyor Indonesia, posisi yang sebelumnya dijabat Dody Widodo.
Peran Ferry Andrianto sebagai Komisaris Independen PT Surveyor Indonesia berakhir. Posisinya digantikan Echsan Sutaji.
9. PT Dirgantara Indonesia
Korporasi yang bermarkas di Bandung ini pun mengalami perubahan direksi. Megy Sismandany dipercaya Erick Thohir sebagai Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM korporasi yang dulunya bernama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) itu, menggantikan Wildan Arief.
10. Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani)
Seeprti halnya kesembilan korporasi BUMN di atas, Erick Thohir juga merombak direksi Perum Perhutani.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor : SK-157/MBU/07/2024, secara resmi, Sandy Mukhlisin menjabat Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Perum Perhutani. Surat itu pun sekaligus menonaktifkan Dewi Fitrianingrum sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Perum Perhutani.
11. PT Hutama Karya (Persero)
Ada dua perubahan nomenklatur direksi apda tubuh PT Hutama Karya (Persero) yang dilakukan Erick Thohir.
Yakni, memisahkan posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.
Eka Setya Adrianto yang tadinya berperan ganda, yaitu Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Hutama Karya (Persero), kini bertugas sebagai Direktur Keuangan PT Hutama Karya (Persero).
Sedangkan posisi Direktur Manajemen Risiko PT Hutama Karya ditempati oleh Sugiarti.
12. PT Indofarma Tbk
Korporasi BUMN lainnya yang susunan direksi dan komisarisnya berubah yakni PT Indofarma Tbk.
Korporasi Merah Putih sektor farmasi itu punya beberapa bos baru. Yakni Yeliandriani yang menggantikan peran Agus Heru Darjono yang menjadi Direktur Utama PT Indofarma Tbk.
Lalu, terpilihnya Andi Prazos sebagai Direktur Operasional PT Indofarma Tbk.
Berkenaan dengan hal itu, Erick Thahir memberhentikan beberapa nama. Yakni Ariesta Krisnawan sebagai Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM PT Indofarma Tbk,
Kemudian, Jejen Nugraha yang tidak lagi bertugas sebagai Direktur Produksi & Supply Chain PT Indofarma Tbk.
Sosok bernama Kamelia Faisal pun tidak lagi menjabat Direktur Sales &Marketing PT Indofarma Tbk.
Satu nama berikutnya yang dicopot Erick Thohir adalah Akhmad Ghufron Sirodj, yang sebelumnya berstatus Komisaris Independen PT Indofarma Tbk.
13. PT Kimia Farma (Persero) Tbk
Tidak hanya PT Indofarma Tbk, korporasi BUMN sektor farmasi lainnya yang mengalami perubahan direksi adalah PT Kimia Farma (KAEF) Tbk (Persero).
Secara resmi, Erick Thohir menugaskan Djagad Prakasa Dwialam selaku Direktur Utama PT KAEF Tbk, menggantikan David Utama.
Selain itu, Erick Thohir juga memberikan peran baru kepada Disril Revolin Putra sebagai Direktur SDM PT KAEF Tbk. Sebelumnya, posisi itu dijabat Dharma Syahputra
14. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) (Persero)
Pada sektor transportasi, selain PT KAI (Persero), Erick Thohir juga mengubah susunan komisaris dan direksi PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) (Persero).
Pada level komisaris, Erick Thohir memercayakan Muhammad Awaluddin menempati posisi Komisaris Utama PT Pelni (Persero) dijabat menggantikan Ali Masykur Musa. Nama Budi Mantoro masuk jajaran Komisaris PT PelnI (Persero).
Sedangkan pada level direksi, Menteri BUMN percaya kepada Heri Purnomo untuk memerankan Direktur SDM dan Umum PT Pelni (Persero), yang sebelimnya diisi Rainoc.
15. PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk
Sektor properti pun tidak luput dari perubahan susunan para petingginya. Erick Thohir menugaskan I Gede Upeksa Negara menjad Direktur SDM dan Strategi Korporasi PT Pembangunan Perumahan Tbk (Persero) dan Tommy Wiranata Anwar untuk menduduki kursi Direktur Manajemen Risiko dan Legal PT Pembangunan Perumahan Tbk (Persero).
Tidak itu saja Erick Thohir pun mengesahkan satu posisi baru, yaitu Risk Manajemen Risiko dan Legal.
Adalah Tommy Wirananta Anwar.yang terpilih sebagai Direktur Risk Manajemen Risiko dan Legal PT Pembangunan Perumahan Tbk (Persero).
Perubahan pada level komisaris yaitu tampilnya Pundjung Setya Brata menjadi suksesor Loso Judijanto sebagai Komisaris Independen PT Pembangunan Perumahan Tbk (Persero).
16. PT Pertamina (Persero)
Tidak hanya PT PGN Tbk, sang induk usaha, perubahan PT Pertamina (Persero) juga mengalami perubahan pemimpin.
Mantan Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, Basuki Tjahaja alias Ahok, tidak lagi menjabat Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).
Erick Thohir menunjuk Simon Aloysius Mantiri sebagai penerus Ahok.
Kemudian, Erick Thohir mencantumkan nama Condro Kirono sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).
17. PT Sucofindo
Seturut dengan 16 korporasi BUMN, PT Sucofindo pun memiliki nakhoda baru. Moga Simatupang, menjadi penerus Veri Anggrijono, yaitu menjabat Komisaris Utama PT Sucofindo.
Erick Thohir juga memberi amanat kepada Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Deputi Bidang Peraturan Perundang-undangan Kementerian BUMN Anas Puji Istanto, untuk mengemban tugas sebagai Komisaris PT Sucofindo, menggantikan Himawan Hariyoga.
Pada lembaga ini, Erick Thohir menambah satu posisi baru, yaitu komisaris independen, yang dijabat Mahatma Gandhi.
Posisi Direktur SDM PT Sucofindo, kini dijabat mantan Direktur Utama PT Phapros Tbk. David Sidjabat merupakan Direktur Utama PT Phapros Tbk.
Lalu, posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Sucofindo yang sebelumnya dijabat oleh Budi Hartanto, Erick Thohir menyerahkannya Evi Afiatin.
Sebelumnya, sosok ink merupakan Direktur Keuangan PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Jabatan, Direktur Komersial PT Sucofindo kinikini berubahimenjadi Direktur Layanan Sumber Daya Alam. Posisi itu ditempati Darwin Abas.
Erick Thohir juga memberlakukan posisi direksi baru, yakni Direktur Layanan Industri yang diemban Budi Utomo, mantan Kepala Strategic Business Unit (SBU) Sertifikasi dan Eco Framework PT Sucofindo. (*)
