KESATU.CO – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong Bandara Kertajati menjadi pusat industri pertahanan RI.
Usulan ini ia sampaikan dalam rapat percepatan pembangunan Sustainable Aerospace Park Kertajati di Gedung Sate, Bandung, Kamis (20/11/2025).
Dedi mengatakan Kertajati punya posisi strategis serta infrastruktur yang memungkinkan untuk dijadikan kawasan industri pertahanan nasional.
Menurutnya, fasilitas bandara sudah memenuhi standar pesawat militer sehingga siap dikembangkan untuk pusat industri terpadu.
Baca Juga: Stunting Jabar Turun Drastis, Wagub Erwan Tegaskan Tantangan Masih Berat
“Gagasan kami adalah selain kawasan ekonomi khusus, Kertajati menjadi kawasan industri pertahanan dalam negeri. Harapan kami, industri pertahanan seperti Pindad, PT Dirgantara Indonesia, dan lainnya bisa dipusatkan di sana,” kata Dedi Mulyadi.
Ia menyebut penetapan Kertajati sebagai kawasan industri pertahanan dapat mempercepat masuknya investor karena faktor keamanan dan kesiapan fasilitas. Dampak ekonominya juga diprediksi besar bagi Jawa Barat.
Baca Juga: Jabar Gaspol Dukung Target Ekonomi Nasional 8% di Era Prabowo
Dedi menilai relokasi fasilitas pertahanan dari Bandung ke Kertajati akan mengurangi kepadatan kota dan beban infrastruktur.
“Untuk mengurangi beban di Bandung seperti Husein, kompleks militernya bisa pindah ke sana. PT Dirgantara Indonesia juga sudah terlalu penuh dan bisa pindah,” ujarnya.
Baca Juga: Jabar Istimewa! Strategi Keterbukaan Informasi Publik Jawa Barat Sasar Pelosok
Dedi Mulyadi memastikan pembiayaan relokasi tidak akan membebani APBN karena nilai ekonomi lahan industri di Bandung dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas baru di Kertajati.
Dari pemerintah pusat, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan komitmen percepatan pengembangan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) dan kawasan industri pertahanan.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Libatkan PKK Percepat Penanganan Stunting Jabar
“Saya mendapat informasi bahwa MRO tidak hanya untuk pesawat sipil, tetapi juga pesawat militer. Nanti rekan-rekan dari Kementerian Pertahanan akan membicarakan hal ini bersama,” kata Rachmat.
Rachmat menyoroti pentingnya pemanfaatan lahan agar tidak membebani anggaran daerah.
Ia menegaskan Bappenas akan terus melanjutkan perencanaan teknis bersama Pemprov Jawa Barat.
“Kami dari Bappenas tugasnya menyiapkan percepatan perencanaannya. Nanti yang memanfaatkan pertama-tama adalah Pemda Jabar,” ujarnya.
Baca Juga: Gegara SING MANGFAAT, Pemprov Jabar Bawa Pulang Piala di Ajang Bhumandala Award 2025
Menurut Rachmat, potensi Kertajati sangat strategis dan bisa menjadi satu-satunya kawasan industri pertahanan terpadu di Asia.
“Kalau itu terjadi, barangkali satu-satunya kawasan di Asia yang bisa kita kembangkan di sini (Jawa Barat),” ujarnya.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pembangunan dan pengoperasian Sustainable Aerospace Park Kertajati sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.***
