KESATUCO – Kabupaten Sukabumi sukses mencapai swasembada pangan 2025 dan menempati peringkat kedua nasional dalam peningkatan produksi beras.
Asda II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Sukabumi, Puji Widodo menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen pertanian.
Menurutnya, peringkat kedua nasional membuktikan kapasitas Sukabumi sebagai daerah penopang pangan nasional.
“Capaian ini harus kita pertahankan. Bahkan, peluang menjadi peringkat satu nasional sangat terbuka jika sinergi terus diperkuat,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menjelaskan target produksi padi 2025 sebesar 899.599 ton berhasil dilampaui dengan realisasi 1.077.867 ton atau 119,82 persen.
Produksi jagung juga melampaui target, dari 104.492 ton menjadi 133.144 ton atau 127,42 persen.
Baca Juga: PBI BPJS Tak Tepat Sasaran, 54 Juta Warga Miskin Jadi Prioritas Kemensos Percepat Validasi
Luas panen padi tercatat 185.661 hektare dan jagung 26.457 hektare. Bahkan masih terdapat potensi tambahan produksi padi sekitar 27.425 ton dari luas panen yang belum terlaporkan.
Atas capaian tersebut, Pemkab Sukabumi meraih penghargaan peringkat kedua nasional peningkatan produksi beras 2025 dari Presiden, serta peringkat pertama peningkatan produksi padi dan jagung tingkat Jawa Barat.
Memasuki 2026, target produksi padi diproyeksikan sekitar 876 ribu ton dan jagung 118 ribu ton.
Baca Juga: Dirut BPJS Tegaskan Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI-JK Nonaktif
Realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) Januari 2026 pun sudah mencapai 18.352,6 hektare atau 111,2 persen dari target Kementerian Pertanian.
Selain produksi, Sukabumi juga mencatat prestasi nasional dalam pendaftaran varietas lokal padi terbanyak, yakni 39 varietas, dengan 26 di antaranya varietas padi.
