KESATU.CO, BANDUNG, Setiap korporasi, terlebih berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tentunya mencanangkan performa dan kinerja positif. Misalnya, dalam hal perolehan laba.
Hal itu pun berlaku bagi BUMN sektor logistik, PT Pos Indonesia (Persero).
Informasinya, pada 2024, PT Pos Indonesia (Persero) memproyeksikan perolehan laba bernilai ratusan miliar rupiah.
Kepada media dalam acara BookTalk & Ngopi Sore di Pos Bloc, Jakarta, belum lama ini, Faizal Rochmad Djoemadi, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), mengungkapkan, tahun ini, pihaknya mencanangkan perolehan laba bersih pada posisi sekitar Rp300 miliar.
Cak Faizal, sapaan akrabnya, tidak membantah bahwa target perolehan laba bersih 2024 itu nominalnya jauh lebih kecil daripada pencapaian 2022, yang angkanya sekitar Rp650 miliar.
Dia berdalih, lebih kecilnya target perolehan laba bersih tersebut karena pihaknya menggulirkan program transformasi melalui pengembangan pelayanan berbasis teknologi digital.
Baca Juga: Karena Terdesak, Oknum Pegawai KAI
“Kami butuh dana bernilai besar berkenaan dengan pengembangan teknologi digital, yakni pada TI (Teknologi Informasi) dan robotik. Hal itu bagian program tranformasi,” tandas Faizal Rochmad Djoemadi.
Rencana tranformasi berupa pengembangan TI dan robotik, jelas Cak Faizal, merupakan strategi jajarannya mengefisiensikan biaya operasional, yakni fixed cost, termasuk belanja pegawai.
Namun, aku Faizal Rochmad Djoemadi, imbas pengembangan teknologi digital dan robotik itu tidak sedikit pegawai yang terdampak.
Dia mengatakan, ada beberapa posisi yang terimbas karena sistem kerjanya diganti robot. Antara lain, divisi sortir.
Posisi lainnya yang terkena efisiensi yaitu bagian pelayanan loket, kurir, dan pick up. Pada posisi-posisi itu, kata Faizal Rochmad Djoemadi, pihaknya menerapkan sistem kemitraan. (*)
