KESATU.CO – Dalam era digital yang terus berkembang, strategi komunikasi pemasaran dan konvergensi hubungan masyarakat menjadi semakin penting menjelang 2025. Perusahaan dituntut untuk menghadirkan pengalaman yang kohesif di berbagai saluran komunikasi, dari media sosial hingga email.
Konsumen kini mengharapkan integrasi yang mulus antar platform, sehingga kolaborasi lintas fungsi antara tim pemasaran dan PR menjadi krusial.
Kecerdasan buatan (AI) dan analisis data juga memainkan peran penting dalam menciptakan konten yang dipersonalisasi.
Dengan meningkatnya permintaan akan video pendek, merek perlu beradaptasi dengan format ini untuk menarik perhatian audiens.
Di tahun 2025, inovasi dan konektivitas akan menjadi kunci untuk membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, menciptakan dampak yang signifikan dalam dunia pemasaran.
“Kemampuan kita untuk meyakinkan bahwa kegunaan big data itu butuh waktu dan cukup menantang, apalagi beberapa kali kita ngobrol sama Mentri perihal big data ini pun, beberapa mentri tidak bisa menerima bahwa data ini tuh begini adanya dalam artian sangat dibutuhkan untuk ke depannya,” ujar Aqshat Rasyid Naradhipa, CEO NoLimit Indonesia, Big Data & AI Technology Company dalam acara Talkshow “Bandung Public Relation Convergence.”, Senin 27 Januari 2025.
“Dan kita membutuhkan bantuan teman-teman muda di sini untuk juga mengomunikasikan pentingnya perihal Big Data ini ke steak holder,” terang Aqshat.
Bagaskara Reza, S.Farm, M.B.A, Area Marketing Associate Manager Nutrifood menambahkan bahwa ada dua sisi yakni dari sisi personal dan sisi pekerjaan yang harus mampu memfilter informasi yang didapat. Zaman sekarang itu, begitu banyak informasi yang harus dipilah.
“Bilamana tidak diseleksi, maka hasilnya bisa echo chamber. Kita lihat setiap hari di sosial media berdasarkan algoritma kita atas apa yang ingin kita lihat. Terutama untuk teman-teman di bidang humas, berharap informasinya akurat dengan adanya big data ini,” ulas Bagas, demikian akrab dipanggil.
“Nah, berbicara soal tantangannya sekarang di saya adalah karena emang eranya sudah digitalisasi , pokoknya apa-apa serba digital, padahal terkadang kita lupa, bahwa sebelum semua menuju digitalisasi itu, harusnya ada simplikasi terlebih dahulu,” imbuh Bagas.
Baca Juga: Muhammad Adi Hardiana Terpilih Jadi Ketua DPC 234 SC Purwakarta
“Tidak semua melulu perihal pekerjaan itu harus didigitalisasi, karena bisa jadi hasilnya malah jadi “menyusahkan” terutama bagi para senior-senior yang masih perlu mempelajari perihal digitalisasi ini.Apalagi, melalui digitalisasi biasanya yang terjadi sesuatu bisa jadi lebih komplek dari sebelumnya,” ulas Bagas.
Tujuan Talkshow
Diana Nisa Silmi yang menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Humas Muda Bandung Kabinet Ascend 2024 mengutarakan bahwa diadakannya Talkshow Bandung Public Relation Convergence, bertemakan Big Data for Marketing Strategy dengan menghadirkan Aqsath Rasyid Naradhipa, CEO NoLimit Indonesia dan Bagaskara Reza, Area Marketing Association Manager Nutrifood adalah untuk bahas perihal big data dan Marketing Strategyc ini.
“Sebenarnya kita berfokus kepada Public Relation (PR) tapi karena marketing itu juga beririsan dengan PR, jadinya kita berkolaborasi dengan NoLimit dan Nutrifood untuk bahas perihal big data dan marketingnya,” ungkap Diana.
Sementara Yunika Putri Annisah sebagai Ketua Panitia Penyelenggara menambahkan bahwa tujuan talkshow ini bagi generasi muda sekarang itu banyak yang tertarik dengan dunia marketing.
“Kita juga sebagai Perhumas Muda ingin juga mewadahi para generasi muda yang ada di Bandung terutama untuk belajar bersama perihal marketing communication dibarengi dengan hal yang sedang update/marak teknologi yakni big data,” tutur Yunika.
“Jadi, kegiatan ini kita kombinasikan dan satukan sehingga terbentuk dan terselenggara BPRC ini,” tukas Yunika menutup pembicaraan.
