KESATU.CO -BANDUNG, Meski perekonomian, yang konon, mengalami kondisi yang kurang baik sebagai dampak terjadinya dinamika global, dan kemungkinan akibat trade war antara Amerika Serikat (AS) dan China, plus merebaknya isunkirang sedap, hal itu tidak membuat kinerja PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk Perseroda alias bank bjb loyo.
Terbukti, pada Tahun Buku 2024, korporasi perbankan berlabel Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu tetap menunjukkan performa dan kinerja kinclong.
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024ndi lantai 9 Menara bank bjb, Jalan Naripan Bandung, terungkap, bank bjb meraup untung besar. Pasalnya, hingga Desember 2024, bank bjb membukukan laba bersih konsolidasi bernilai mewah, yakni sekitar Rp1,3 triliun, tepatnya Rp1.369.462.904.109.
Agenda yang dihadiri Gubernur Jabar 2024-2029, Dedi Mulyadi, itu bank bjb memutuskan untuk menebar deviden.
Berdasarkan RUPST Tahun Buku 2024, bank bjb membagikan sebesar 65,5 persen keuntungannya kepada para pemilik saham atau setara dengan Rp 897,95 miliar, tepatnya Rp896.953.074.238.
Baca Juga: BRI Kembali Sediakan Banknotes untuk Living Cost Jemaah Haji 2025
“Sedangkan sisanya, menjadi laba ditahan, yang peruntukannya untuk operasional,” tandas Ayi Subarna, Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb.
Masifnya pembagian nilai deviden itu, jelas Ayi Subarna, menjadi bukti konkret bahwa pihaknya tetap mampu berkinerja positif dan bernilai tambah.
“Juga sebagai bukti bahwa kami tetap berkontribusi pada perekonomian,” sahutnya.
Selain meraup laba jumbo, Ayi Subarna mengungkapkan, perbankan Merah Putih itu juga menorehkan kinerja gemilang. Antara lain, ujarnya, kekayaan bank bjb semakin berlimpah. Itu karena, tukasnya, hingga Desember 2024, bank bjb memiliki aset bernilai Rp219,9 triliun.
Ayi Subarna melanjutkan, selain pembagian dividen, RUPST Tahun Buku 2024 itu pun membahas beberapa pembaruan Rencana Aksi Pemilihan atau Recovery Plan.
Pembaruan itu, terang Ayi Subarna, yang berdasarkan RUPST bank bjb Tahun Buku 2024 tampil sebagai Diirektur Operasional dan Teknologi Informasi bank bjb, merupakan strategi jajarannya memitigasi beragam risiko secara pro-aktif .
Selain itu, lanjutnya, juga sebagai jawaban atas beragam tantangan perekonomian makro. Sekaligus, tambahnya, memelihara keberlanjutan dan kesinambungan operasional perbankan pelat merah tersebut.
Pembahasan lainnya, imbuh pria berpostur tubuh jangkung ini, juga tentang pelaporan pemanfaatan pengumpulan dana Penawaran Umum sejumlah Surat Berharga Negara (SBN).
Cakupannya, sebut Ayi Subarna, antara lain, pengelolaan dan pemanfaatan dana hasil penawaran Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV Tahap I.
“Juga membahas pemanfaatan dana hasil penawaran Obligasi Keberlanjutan ITahao I dan Surat Berharga atau Obligasi Perpetual,” paparnya.
Pembahasan pemanfaatan itu, sambung Ayi Subarna, juga penting karena sifatnya informatif agar pihaknya lebih transparan dalam pengelolaan dana kepada para investor. (win)
